Bukan Lidah Mertua Penyerap Emisi Terkuat, Ini Dia Hasil Penelitian IPB

TrubusLife
Hernawan Nugroho | Followers 0
26 Juli 2019   16:00

Komentar
Bukan Lidah Mertua Penyerap Emisi Terkuat, Ini Dia Hasil Penelitian IPB

3 jawara tumbuhan penyerap polutan penyebab pencemaran udara terkuat (istimewa)

Belum lama ini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan pernyataan tentang penggunaan tanaman sansesvieria atau yang dikenal juga dengan sebutan lidah mertua sebagai salah satu solusi mengurangi dampak polusi, yaitu menggurangi kadar gas CO2. 

Kemampuan tanaman itu memang sudah teruji secara empiris, tetapi ternyata lidah mertua bukanlah satu-satunya yang mumpuni dalam mengurangi pencemaran udara. 

Berikut ini adalah 5 tanaman penyerap emisi terkuat menurut menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, pengajar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Peringkat pertama adalah trembesi. satu batang dewasa pohon trembesi Samanea saman,mampu menyerap sekitar 28,442 kg atau nyaris 28,5 ton karbondioksida (CO2) setiap tahunnya. 

Pohon trembesi (Foto: Istimewa)

Baca Lainnya : Pemprov DKI Jakarta Andalkan Lidah Mertua Atasi Polusi Udara, Ampuhkah?

Ia mencatat angka tersebut pada trembesi dengan diameter tajuk 10-15 cm. Itu angka terbesar di antara 43 jenis tanaman yang diteliti, Namun, salah satu kekurangan tanaman kayu itu adalah kemampuan dahan untuk menyerap secara kuat itu hanya 10 bulan saja sebelum akhirnya jatuh berguguran. 

Urutan kedua adalah akasia Cassia sp yang memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida sebesar 5,3 ton per tahun. Disusul dengan kenanga Canangium sp dengan dengan daya serap 0,75 ton per tahun. 

Peringkat keempat adalah pingku, Dyxoxylum excelsum dengan serapan 0,72 ton per tahun. Dan yang terakhir adalah beringin, Ficus benyamina, 0,54 ton per tahun.

Endes menggarisbawahi dalam kesimpulan penelitiannya pada 2008 itu adalah sejatinya semua tumbuhan pada dasarnya berkemampuan untuk menyerap polutan dari udara. Namun tumbuhan yang paling kuat penyerapannya adalah jenis pepohonan yang berdahan banyak. Ia mengatakan bahwa anggrek, lidah mertua, dan tanaman bebungaan lainnya pun juga bisa, tetapi tidak setinggi tanaman pepohonan serapan polutannya. 

Sebagaimana diketahui, tumbuhan melakukan fotosistesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut.

Baca Lainnya : Atasi Masalah Polusi Udara, Strategi Ini yang Akan Dilakukan Pemprov DKI Jakarta  

Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dan air yang kemudian di rubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. 

Kesemua proses ini berlangsung di klorofil. Kemampuan tanaman sebagai penyerap karbondioksida akan berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi daya serap karbondioksida. Diantaranya ditentukan oleh mutu klorofil. 

Mutu klorofil sendiri ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya magnesium yang menjadi inti klorofil. Semakin besar tingkat magnesium, daun akan berwarna hijau gelap. 

Daya serap karbondioksida sebuah pohon juga ditentukan oleh luas keseluruhan daun, umur daun, dan fase pertumbuhan tanaman. Selain itu, Pohon-pohon yang berbunga dan berbuah memiliki kemampuan fotosintesis yang lebih tinggi sehingga mampu sebagai penyerap karbondioksida yang lebih baik. Faktor lainnya yang ikut menentukan daya serap karbondioksida adalah suhu, dan sinar matahari, ketersediaan air.

Baca Lainnya : Polusi Udara di Jakarta Kian Memburuk, Aktivis Tuntut Presiden Jokowi

Lebih lanjut Endes menuturkan bahwa selain itu daya serap karbondioksida tinggi, serta karakter tajuk trembesi yang melebar cocok untuk menjadi tanaman perindang. 

Bandingkan saja dengan pohon beringin yang batangnya dapat membesar dengan cepat dan akar yang berpotensi merusak pondasi jalan raya. 

Ukuran buah pohon anggota famili Fabaceae itu kecil sehingga tidak membahayakan pengguna jalan. Pohon trembesi itu juga punya keunggulan lain: adaptif dan tahan stres akibat perubahan iklim dan kekurangan air. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: