Cegah Kematian Ikan Cupang, Hindari Pemberian Pakan Jentik Nyamuk Bungkuk

TrubusLife
Syahroni
25 Juli 2019   22:00 WIB

Komentar
Cegah Kematian Ikan Cupang, Hindari Pemberian Pakan Jentik Nyamuk Bungkuk

Jentik nyamuk bungkuk bisa menyebabkan ikan cupang terserang penyakit pencernaan. (Trubus.id/ M Iman Putra Perkasa)

Trubus.id -- Tren memelihara ikan cupang, khususnya cupang hias kembali mencuat sejak beberapa waktu belakangan. Selain banyak diminati karena warna-warninya yang memikat hati, ikan cupang juga banyak dipelihara karena perawatannya yang cukup mudah.

Selain mampu hidup di air yang minim kadar oksigen, ikan cupang juga mudah beradaptasi dengan berbagai jenis makanan. Tak hanya pakan hidup, pakan berupa pelet juga sudah bisa memenuhi kebutuhan ikan cupang.

Namun demikian, menurut Pandu, hobbis sekaligus peternak cupang di Ciledug, Tangerang, jentik nyamuk atau cuk adalah makanan pokok atau menu utama yang harus disajikan pada ikan cupang. Pakan ini mengandung banyak protein yang baik untuk pertumbuhan ikan cupang. Pertumbuhan yang pesat akan terjadi pada cupang jika secara rutin diberikan pakan jentik nyamuk ini. 

Baca Lainnya : Lima Manfaat Air Rendaman Daun Ketapang Bagi Ikan Cupang

Pada musim kemarau seperti saat ini, jentik nyamuk banyak ditemukan di air yang menggenang. Jika ingin menghemat biaya pakan ikan cupang, maka jentik nyamuk adalah salah satu solusinya. Jentik nyamuk adalah pakan ikan cupang yang paling murah meriah, mudah didapatkan. Kebanyakan para hobbis dan peternak ikan cupang hias mendapatkannya dengan mencari di saluran air atau parit.

Namun demikian, menyediakan jentik nyamuk untuk cupang jangan terlalu berlebihan. Pasalnya jentik nyamuk yang tidak termakan, baik didalam gelas aquarium maupun di wadah penampungan, akan berubah menjadi nyamuk. Usahakan menyediakan jentik secukupnya sesuai jumlah cupang yang kita miliki. 

Pandu menyebut, satu hal lain yang harus diperhatikan adalah bentuk ikan cupang yang diberikan. Berikan cupang hanya jentik yang berupa larva (panjang berdiri terbalik di permukaan air), hindari memberikan jentik sudah menjadi kepompong (bengkok bulat kepala hitam). 

Baca Lainnya : Pemilihan Genetik dan Perawatan Baik, Hasilkan Ikan Cupang Super Ciamik

Pandu menjelaskan, jentik yang sudah berubah menjadi kepompong tidak baik untuk cupang, karena teksturnya sudah keras, ini bisa mengakibatkan cupang bermasalah dengan perutnya, perut cupang menjadi buncit dan mengakibatkan kematian bagi cupang kesayangan kita.

Tips memilih jentik nyamuk

Pandu mengatakan, jentik nyamuk yang diambil dari alam biasanya masih kotor dan bercampur dengan larva hewan lain. Cara yang efektif untuk memisahkannya adalah dengan masukkan jentik nyamuk ke air es. dengan begitu, jentik akan pingsan. dengan cara ini, jentik nyamuk akan mengendap ke dasar sedangkan non-jentik nyamuk akan mengambang. 

Baca Lainnya : Cegah Keracunan, Begini Cara Olah Daun Ketapang untuk Perawatan Ikan Cupang

Langkah berikutnya tinggal membersihkan kotoran dipermukaan air dengan cara dibuang air bagian atas perlahan-lahan. Lalu jentik nyamuk diambil dengan menggunakan saringan halus, lalu dimasukan ke dalam air yang telah ditetesi PK (Mentilen Blue), dosis 1/2 tetes untuk ember ukuran 15 liter. Langkah ini selain berfungsi untuk menyeterilkan jentik, juga untuk membangunkan jentik nyamuk yang tadinya pingsan.

Setelah jentik bangun kembali, diamkan beberapa menit lalu dicuci dengan air bersih. Jentik bersih bebas penyakit pun siap disajikan pada ikan cupang kesayangan kamu. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: