Lumba-lumba Dipercaya Sebagai Musuh Alami Hiu, Mitos Atau Fakta?

TrubusLife
Syahroni
22 Juli 2019   21:00 WIB

Komentar
Lumba-lumba Dipercaya Sebagai Musuh Alami Hiu, Mitos Atau Fakta?

Peneliti menilai, kepercayaan kalau hiu dan lumba-lumba tidak bisa berenang di wilayah yang sama adalah mitos. (Projects Abroad)

Trubus.id -- Para peselancar banyak yang percaya, di mana ada lumba-lumba berenang, perairan itu pasti bebas dari hiu. Namun nyatanya, para ahli tidak terlalu setuju dengan kepercayaan itu. Bahkan mereka menyebutnya sebagai mitos belaka. 

"Ini adalah mitos," terang Andrew Nosal, pakar hiu di Universitas San Diego, mengatakan kepada Live Science.

Dan mitos ini tidak bisa lebih jauh dari kebenaran, kata Stephen Kajiura, ahli hiu di Florida Atlantic University. "Jika ada [lumba-lumba], justru kebalikannya," katanya kepada Live Science, "Jika Anda melihat lumba-lumba, lebih sering daripada tidak, mungkin ada hiu di daerah yang sama."

Ia menyebut, hiu dan lumba-lumba yang keduanya merupakan hewan karnivora, pasti pergi ke tempat yang sama untuk berburu.

Baca Lainnya : Kecepatan Berenang 25 Kilometer per Jam, Benarkah Hiu Putih Itu Pemburu Tipe Penyergap?

Ia menjelaskan, mitos itu diduga berasal dari anggapan keliru bahwa lumba-lumba adalah musuh alami hiu dan hiu akan melakukan apa saja untuk menghindarinya. Sebetulnya ada inti kebenaran di sana. Sementara lumba-lumba dan hiu umumnya berenang berdampingan namun mereka melakukan kegiatannya sendiri-sendiri. Lumba-lumba kadang-kadang memusuhi hiu ketika mereka merasa terancam, kata Kajiura.

Lumba-lumba yang lebih agresif ini akan menghantam hiu dengan hidung mereka, atau membantingnya dengan seluruh kekuatan tubuh mereka. Hiu kadang-kadang bahkan berenang menjauh dari kemungkinan pertarungan.

Tak hanya itu, karnifora lain seperti paus Orca yang merupakan anggota terbesar keluarga lumba-lumba, juga dikenal kerap memburu hiu karena persaingan tempat atupun makanan.

Meski begitu, budaya pop yang dianut peselancar menggambarkan citra lumba-lumba yang melawan hiu. Serial televisi populer Flipper yang bercerita tentang dua anak laki-laki dan lumba-lumba peliharaan mereka, secara khusus adalah salah karena mengabadikan mitos bahwa lumba-lumba dapat menakuti hiu, kata Nosal. Acara itu menggambarkan Flipper dengan giat menjauhkan hiu dari pemilik tercinta.

Sayangnya untuk peselancar dan perenang, Flipper bukanlah gambaran akurat tentang perilaku lumba-lumba. Tetapi jika kamu khawatir tentang hiu, ada aturan yang dapat diikuti untuk meminimalkan risiko bertemu dengan salah satu makhluk ini.

Baca Lainnya : Pemandangan Langka, Lumba-lumba Lakukan Perburuan Massal

Pertama, hindari berenang saat matahari terbit dan terbenam, ketika jarak pandang lebih rendah. Pada saat-saat ini, jauh lebih sulit bagi hiu untuk membedakan perenang dari ikan yang enak, kata Kajiura.

Kemudian usahakan menghindari berenang di tempat hiu suka nongkrong, seperti di sekitar drop-off (lereng bawah laut atau tebing) dan rumput laut, atau perahu nelayan, tambahnya. Terakhir, usahakan berenang dengan orang lain dan pergilah ke pantai yang ada penjaga pantainya, kata Nosal.

Yang paling penting, perenang harus ingat bahwa meskipun kemungkinan diserang oleh hiu sangat kecil (hiu rata-rata hanya menyebabkan satu kematian per tahun di Amerika Serikat), lautan masih merupakan wilayah hiu.

"Perenang perlu memiliki sikap yang benar tentang berenang di laut," kata Nosal, "Tidak ada yang namanya 'perairan yang dipenuhi hiu.' Hiu hidup di lautan. Itu adalah rumah mereka." tambahnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: