Bukan Hanya Perubahan Iklim, Ini Penyebab Lain Terumbu Karang di Florida  Mati

TrubusLife
Ayu E Setyowati | Followers 0
20 Juli 2019   11:00

Komentar
Bukan Hanya Perubahan Iklim, Ini Penyebab Lain Terumbu Karang di Florida  Mati

Terumbu karang Florida. (Sun Sentinel)

Trubus.id -- Memang benar bahwa perubahan iklim membunuh terumbu karang dunia. Tapi itu bukan satu-satunya faktor mengubahnya menjadi putih dan rusak. Menurut sebuah studi baru, semua bahan kimia yang dibuang manusia ke laut memudahkan cuaca yang lebih panas untuk melakukan pekerjaan mematikannya.

Makalah penelitian, yang diterbitkan online Senin (15/7) dalam jurnal Marine Biology, didasarkan pada data yang dikumpulkan selama tiga dekade dari Area Pelestarian Suaka Looe Key di Florida Keys. Cakupan karang menurun dari 33% pada tahun 1984 menjadi hanya 6% pada tahun 2008 di cagar alam tersebut. Bahkan ketika suhu cenderung naik secara global, suhu lokal rata-rata tidak banyak berubah selama periode penelitian. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk mengurai sejumlah masalah berbeda yang dapat "memutihkan"terumbu.

Baca Lainnya : Selamatkan Terumbu Karang, Palau Larang Penggunaan Tabir Surya

Pertama, para peneliti menemukan, peristiwa pemutihan - karena hilangnya alga yang disebut zooxanthellae yang memberi warna pada karang - cenderung terjadi begitu suhu air melonjak di atas ambang batas 86,9 derajat Fahrenheit (30,5 derajat Celsius). Lonjakan seperti itu terjadi 15 kali dalam periode yang dicakup dalam penelitian (antara 1984 dan 2014).

Kedua, dan secara signifikan, rasio nitrogen dan fosfor dalam air ternyata menjadi faktor kunci dalam menentukan kapan dan sejauh mana karang diputihkan. Ketika hujan Florida menyebabkan pupuk pertanian yang mengandung nitrogen dan fosfor mengalir ke laut, kematian karang lebih sering terjadi. Peningkatan nutrisi dalam air menyebabkan alga berkembang, yang pada gilirannya tampaknya memprediksi kematian karang massal. Nitrogen, khususnya, ternyata menjadi faktor terpenting terkait pemutihan karang massal.

Studi ini tidak meneliti mekanisme yang menyebabkan nitogren mengarah ke pemutihan, kata Brian Lapointe, penulis utama makalah dan seorang peneliti di Cabang Harbor Florida Atlantic University. Tetapi penelitian lain oleh para ilmuwan yang mempelajari Great Barrier Reef di Australia telah menunjukkan mengapa dan bagaimana hal itu terjadi, katanya kepada Live Science.

Ketika terjadi keseimbangan nitrogen-fosfor di lautan lepas, selaput tertentu di karang mulai rusak. Karang tidak bisa mendapatkan cukup fosfor, katanya, yang mengarah pada "pembatasan fosfor dan akhirnya kelaparan."

Baca Lainnya : Terumbu Karang sebagai Penyerap Karbon adalah Anggapan Keliru

"Ini menurunkan kemampuan organisme ini untuk bertahan hidup dari cahaya tinggi dan suhu tinggi," kata Lapointe. "Ini benar-benar mengurangi ambang batas suhu dan cahaya mereka."

Karang bukan hanya fondasi penting dari ekosistem laut yang berkembang, kata para peneliti dalam pernyataan mereka. Karang juga secara langsung menyumbang US$8,5 miliar setiap tahun dan 70.400 pekerjaan untuk ekonomi Florida, menurut Florida Keys National Marine Sanctuary.

"Mengutip perubahan iklim sebagai penyebab eksklusif kematian terumbu karang di seluruh dunia mengeyampingkan titik kritis bahwa kualitas air juga berperan," James Porter, seorang profesor ekologi emeritus di Universitas Georgia dan salah satu penulis makalah itu, dalam sebuah pernyataan. "Meskipun ada sedikit yang dapat dilakukan masyarakat yang tinggal di dekat terumbu karang untuk menghentikan pemanasan global, ada banyak hal yang dapat mereka lakukan untuk mengurangi limpasan nitrogen. Studi kami menunjukkan bahwa perjuangan untuk melestarikan terumbu karang membutuhkan aksi lokal, bukan hanya global," 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 20 Juli 2019 - 09:57

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Darah Naga yang Kini Terancam Punah

Hernawan Nugroho   Plant & Nature
Bagikan: