Desa di Selandia Baru Berencana Larang Kucing Peliharaan, Alasannya Mengejutkan

TrubusLife
Syahroni
18 Juli 2019   21:40 WIB

Komentar
Desa di Selandia Baru Berencana Larang Kucing Peliharaan, Alasannya Mengejutkan

Ilustrasi (Getty Images)

Trubus.id -- Sebuah desa kecil di pantai selatan Selandia Baru berencana untuk mengimplementasikan rencana radikal untuk melindungi satwa liar endemik dengan melarang adanya kucing peliharaan di wilayahnya. 

Di bawah inisiatif yang diusulkan oleh Environment Southland, pemilik kucing di Omaui harus mensterilkan, memasang microchip, dan mendaftarkan kucing mereka ke pihak berwenang.

Dengan pendataan tersebut, usai kucing peliharaan mereka mati entah karena usia, kecelakaan atau apapun juga, pemilik tidak akan diizinkan lagi memelihara kucing pengganti.

Rencana ini memang terdengar cukup ekstrem. Tetapi langkah itu terpaksa diambil karena pertimbangan bahwa kucing bertanggung jawab atas kematian jutaan burung dan mamalia kecil setiap tahunnya di wilayah tersebut. 

Baca Lainnya : Mulai Mengkhawatirkan, Kucing Bunuh 2 Juta Hewan Liar Asli Australia Setiap Tahunnya

Dr Peter Marra, kepala Smithsonian Migratory Bird Center, telah menulis jurnal dan buku tentang masalah ini. Ia sendiri membantah kalau ia membenci kucing atau menentang kepemilikan kucing.

"Kucing membuat hewan peliharaan yang luar biasa. Mereka hewan peliharaan yang spektakuler. Tapi mereka tidak boleh berkeliaran di luar, ini solusi yang sangat jelas," katanya kepada BBC.

"Kami tidak akan pernah membiarkan anjing melakukan itu. Sudah saatnya kita memperlakukan kucing seperti anjing." tandasnya lagi.

Di Omaui, para pejabat mengatakan langkah itu dibenarkan karena kamera telah menunjukkan kucing berkeliaran memangsa burung, serangga dan reptil di daerah tersebut. Yang lebih memprihatinkan, beberapa target mereka adalah hewan yang dilindungi karena populasinya semakin sedikit.

"Jadi kucing Anda dapat menjalani kehidupan alaminya di Omaui dengan senang hati melakukan apa yang ingin dilakukannya. Tetapi ketika ia mati, Anda tidak akan dapat menggantinya," terang manajer operasi bio-keamanan, Ali Meade menjelaskan.

Baca Lainnya : Hanya karena Memindahkan Kucing, Dewan Kota Minta Maaf ke Masyarakat

Di bawah rencana itu, siapa pun yang tidak mematuhi akan menerima pemberitahuan, sebelum pejabat akan mencabut izin memiliki hewan peliharaan. Namun langkah terakhir ini hanya akan dilakukan sebagai alternatif terburuk saja. 

Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana pengelolaan hama regional yang diusulkan dewan daerah. John Collins, ketua Omaui Landcare Charitable Trust memperjuangkan larangan untuk melindungi cagar alam yang bernilai tinggi di sana.

"Kami bukan pembenci kucing, tetapi kami ingin lingkungan kami kaya akan margasatwa," katanya, lapor The Otago Daily Times.

Seberapa besar masalah kucing?

Perdebatan tentang populasi kucing dan sistem ekologi lokal tidak asing di Omaui. Para ilmuwan konservasi telah lama memperingatkan tentang dampak kucing liar dan kucing peliharaan yang dibiarkan berkeliaran pada sistem ekologi global. Kucing sendiritelah diperingkatkan di antara 100 spesies invasif non-asli terburuk di dunia.

Baca Lainnya : Toksoplasma pada Kucing Bisa Sebabkan Skizofrenia?

Dr Marra mengatakan 63 spesies yang punah di seluruh dunia sekarang terhubung dengan populasi kucing yang berkembang pesat. Masalahnya diperburuk di daerah dengan ekosistem yang sangat sensitif, seperti Selandia Baru.

"Kedengarannya ekstrem," katanya. "Tapi situasinya sudah di luar kendali."

Dia percaya pecinta kucing di seluruh dunia perlu mulai belajar melihat dari sudut pandang yang berbeda terhadap hewan. Dia percaya mereka harus diadopsi jika memungkinkan, kemudian dikebiri dan dipelihara di dalam rumah atau di lingkungan yang terkendali.

"Kesulitan ini bukan kesalahan kucing, ini kesalahan manusia," dia bersikeras.

Ini bukan pertama kalinya kucing dilukis sebagai ancaman di Selandia Baru, negara dengan jumlah kucing peliharaan yang sangat banyak. Di Australia hal serupa juga terjadi. Mereka disalahkan atas jutaan kematian spesies asli negeri kangguru setiap malamnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: