Polisi Internasional Amankan Lebih dari 10.000 Hewan dalam Penyelundupan Satwa Liar

TrubusLife
Thomas Aquinus
15 Juli 2019   15:00 WIB

Komentar
Polisi Internasional Amankan Lebih dari 10.000 Hewan dalam Penyelundupan Satwa Liar

Ilustrasi (Inhabitat)

Trubus.id -- Jika ada sekitar 4.300 burung, 1.500 reptil, 10.000 penyu dan kura-kura, 23 primata, dan 30 kucing besar, kamu pasti berpikir ini adalah jumlah penghuni kebun binatang. But, no. Semua hewan kritis ini disita dalam operasi internasional besar yang menindak penyelundupan satwa liar! 

Sepanjang bulan Juni, polisi internasional dan otoritas bea cukai bersatu untuk 'Operasi Thunderball' dan menyelamatkan sejumlah besar lumba-lumba, hiu, singa, harimau, burung, kura-kura, parkit, kutilang, gading dan tanduk badak. Operasi itu dilakukan di lebih dari 100 negara dan semoga memberikan pukulan serius bagi industri perdagangan satwa liar ilegal senilai US$19 miliar.

Lebih dari 600 tersangka telah diidentifikasi, dengan 21 penangkapan di Spanyol dan tiga penangkapan di Uruguay.

Baca Lainnya : Mulai Mengkhawatirkan, Kucing Bunuh 2 Juta Hewan Liar Asli Australia Setiap Tahunnya

Mengutip New York Times, Ginette Hemley, wakil presiden senior Dana Margasatwa Dunia, mengatakan Operation Thunderball "menggarisbawahi mengapa kerja sama internasional sangat penting untuk menangani kegiatan kriminal yang mematikan ini."

Perdagangan satwa liar adalah industri besar yang tidak hanya merusak lingkungan dan menargetkan spesies yang terancam punah, tetapi juga mendukung jaringan kriminal yang keras dan jangkauannya jauh. Sebagian besar perdagangan satwa liar ilegal telah beralih secara online ke pasar gelap berbasis internet. Misalnya, pada bulan April tahun ini, petugas kepolisian Indonesia menahan penyelundup yang mengaku menggunakan Facebook untuk menjual komodo.

Baca Lainnya : Semakin Jarang Dijumpai, Ikan Cupang Alam ini Semakin Bernilai Jual Tinggi

Para pembela hak-hak hewan internasional, polisi, dan pelestari lingkungan sepakat bahwa Operasi Thunderball adalah keberhasilan besar-besaran untuk memerangi perdagangan hewan ilegal. Tetapi beberapa pihak berpendapat bahwa otoritas nasional sekarang perlu mengambil apa yang ditinggalkan otoritas internasional dan sepenuhnya menuntut para penjahat yang ditahan. Ini akan membantu memberikan contoh dan semakin melemahkan jaringan ilegal.

Susan Lieberman, wakil presiden untuk kebijakan internasional di Wildlife Conservation Society, mengatakan, “Gangguan besar-besaran terhadap jaringan kriminal ini adalah kunci untuk menyelamatkan satwa liar yang terancam punah di seluruh dunia, tetapi penyitaan dan penangkapan hanyalah langkah pertama - pemerintah sekarang harus menindaklanjuti dengan kuat , penuntutan yang serius dan membuat jera." [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: