Tak Hanya Soal Plastik, Ini 6 Pemikiran Salah Kaprah Soal Zero Waste

TrubusLife
Thomas Aquinus
14 Juli 2019   07:00 WIB

Komentar
Tak Hanya Soal Plastik, Ini 6 Pemikiran Salah Kaprah Soal Zero Waste

Ilustrasi (The Outline)

Trubus.id -- Kata “zero waste” dalam rangka peduli lingkungan mungkin sangat familiar dan sedang keras-kerasnya didengungkan beberapa tahun belakangan ini. Pantas saja, bumi dan makhluk hidup di dalamnya, termasuk manusia sendiri, sedang sekarat karena limbah plastik dan material sulit terurai lain. Lalu, apa iya zero waste hanya sekedar berarti nol sampah? Well, no, mate

Konsep zero waste lebih dari itu, dan akan lebih bermanfaat jika kita menerapkannya secara menyeluruh. Berikut 6 miskonsepsi yang sering terjadi pada istilah zero waste, yang mungkin juga ada dalam benak Trubus Mania

Zero waste berarti nol sampah

Yakinlah, tidak ada orang yang akan berhasil 100% hidup tanpa menghasilkan sampah. Ya, enggak? Jika kamu masih ingat diagram 5R yang dimulai dari “Reuse” dan diakhiri oleh “Recycle”, itu artinya sebisa mungkin kita memang harus mencegah terjadinya sampah, namun jika terpaksa, pilih barang-barang yang bisa didaur ulang secara sirkular, seperti seperti bahan stainless steel dan kaca, karena bisa didaur ulang terus menerus tanpa mengalami penurunan kualitas.

Jika kita sudah melakukan 5R dengan benar, kita akan masih tetap memproduksi sampah. Yang harus dilakukan adalah memilih dan menggunakan barang-barang dengan material yang ramah lingkungan, in the first place

Zero waste hanya soal packaging

Mungkin banyak dari kita memandang gaya hidup zero waste melulu soal bulk, tanpa kemasan, tanpa plastik. Padahal, makna zero waste itu lebih luas dari hanya sekedar limbah atau sampah kemasan.

Artinya, bisa saja sebuah produk dibeli tanpa kemasan - dengan cara isi ulang - tapi memiliki dampak yang berbahaya bagi lingkungan. Contohnya, deterjen. Cek lagi, apakah produk ini masih memiliki dampak negatif bagi lingkungan dari air limbah yang dihasilkan. Jika ya, berarti sabun ini belum memenuhi kriteria zero waste, karena masih menghasilkan limbah air cucian yang berbahaya. 

Jadi, jangan hanya terfokus pada packaging, tapi perhatikan juga kandungan dan bahan-bahan kimia yang ada di dalam produk tersebut apakah berbahaya bagi lingkungan atau tidak. 

Zero waste tidak sama dengan nol plastik

Kampanye zero waste erat kaitannya dengan kampanye plastic-free. Namun apa benar  hidup zero waste harus betul-betul 100% terbebas dari plastik? Not really.

Hal pertama yang perlu diluruskan, plastik yang harus dihindari dan membahayakan lingkungan adalah plastik sekali pakai, barang-barang disposables dan yang sangat sulit di daur ulang, misalnya seperti bahan campuran komposit plastik dan aluminium – bahan sachet.

Hidup minim sampah berarti kita wajib menghindari jenis plastik sekali pakai ini. Namun , faktanya, banyak sekali orang yang masih banyak sekali punya ‘dosa’ plastik sekali pakai dan jenis plastik lain, seperti kotak makan dan botol minum plastik, yang sudah terlanjur ada di rumah. Solusinya? Reuse it! Pakai berulang kali. Jika ragu dengan keamanannya, alihfungsikan menjadi tempat penyimpanan lain seperti aksesoris atau barang bernilai lainnya (recycle/ upcycle). 

Pembuatan plastik sendiri sangat membutuhkan banyak energi. Bayangkan berapa emisi yang dikeluarkan hanya untuk membuat plastik – yang hanya akan dipakai sekian menìt. Such a waste! 

Gaya hidup zero waste harus dimulai dengan membeli barang-barang zero waste

Esensi hidup minim sampah itu bukan dari barang-barang minimalis dan instagrammable seperti yang dipromosikan banyak influencer dan blogger belakangan ini - yang membuat gaya hidup ini terkesan mahal dan hanya untuk elit. 

Gaya hidup zero waste lebih kepada pengurangan barang-barang yang kita miliki, bukan menambah barang-barang lain untuk dibawa ke rumah. Take a look at your house, apakah ada barang-barang yang sebetulnya bisa mendukung gaya hidup minim sampah? The most sustainable things are the things you’ve already had at home! Pikirkan lagi sebelum membeli barang. Pikirkan material dan kegunaannya untuk jangka panjang. 

Semua orang wajib terapkan zero waste

Memang, semua orang, termasuk pemerintah dan pengusaha, harus bekerja sama untuk mengusahakan gaya hidup ini dengan roda ekonomi yang terus berputar. Namun jangan lupa, bahwa ada orang-orang yang hingga kini belum atau tidak memiliki akses untuk melakukan gaya hidup ini.

Misalnya, sedang sakit, berkebutuhan khusus, atau mungkin tinggal di daerah dimana opsi disposable adalah pilihan terbaik! Contohnya saat tidak memiliki akses ke air bersih. Atau beberapa orang dengan kebutuhan khusus tercatat sangat terbantu dengan sedotan plastik untuk menelan cairan, dibandingkan dengan jenis sedotan lain seperti stainless steel

Menyelamatkan bumi adalah prioritas nomor 1

Tak hanya sekadar memakai bahan-bahan alami yang baik untuk alam, kita juga harus memperhatikan dampak bahan-bahan tersebut terhadap kesehatan. Salah satunya soal penggunaan tabir surya alami. Tidak disarankan membuat tabir surya sendiri yang rentan dengan risiko kanker kulit hanya karena ingin menghindari kemasan plastiknya. 

Kamu bisa memilih tabir surya yang coral-safe serta yang mengandung SPF yang teruji lab. Begitu juga dengan deodoran dan pasta gigi. Do research. Kita memang harus menyelamatkan bumi, namun kita wajib memperhatikan keselamatan kita terlebih dahulu. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: