Pupuk Pintar Bisa Bantu Petani Melawan Perubahan Iklim

TrubusLife
Thomas Aquinus
10 Juli 2019   18:00 WIB

Komentar
Pupuk Pintar Bisa Bantu Petani Melawan Perubahan Iklim

Ilustrasi petani memberikan pupuk (CCAFS - CGIAR)

Trubus.id -- Pupuk sintetis memang tidak bagus untuk ekosistem alami, tetapi mereka membantu petani menghasilkan hasil panen yang dibutuhkan untuk memberi makan populasi dunia yang meroket. Sejak perusahaan kimia besar mulai mendorong produksi pupuk, petani telah menyemprot ladang mereka dan berharap yang terbaik. Namun, selama dua dekade terakhir, pupuk pelepasan (unsur) terkontrol telah tersedia dengan formula pelepasan presisi tinggi yang tidak hanya lebih baik untuk tanaman tetapi juga bisa dibilang lebih baik untuk planet ini.

Pupuk pelepasan-terkontrol mengandung nutrisi dalam kapsul, bukan butiran yang dapat larut seperti pupuk konvensional. Kapsul memperlambat pelepasan nutrisi, yang memberi tanaman lebih banyak waktu untuk menyerap semuanya daripada harus mengambil nutrisi sekaligus. Baru-baru ini, pupuk slow-release dirancang menjadi lebih pintar. Perusahaan seperti Haifa Group dan ICL Speciality Fertilizers memiliki kapsul yang dikeluarkan pada interval yang berbeda tergantung pada kondisi tanah - seperti suhu, tingkat keasaman atau tingkat kelembapan.

Baca Lainnya : Pupuk Kimia Pengaruhi Kualitas Tanah, Ragam Pupuk Organik Berikut Ini Lebih Ramah

Ketika dikombinasikan dengan sensor GPS, pemetaan kualitas tanah dan kecerdasan buatan, teknologi pertanian presisi dapat menyelamatkan petani dan ekosistem di sekitarnya dari limbah pupuk dan polusi yang serius.

Sebuah studi baru-baru ini oleh Michigan State University mengungkapkan bahwa pupuk pintar juga bermanfaat bagi planet ini. Menurut penelitian, pupuk presisi dan teknologi penginderaan jauh dapat menghemat 6,8 juta metrik ton karbon dioksida dari memasuki atmosfer - setara dengan 1,5 juta mobil per tahun.

Teknologi yang mereka pelajari mengidentifikasi tanah petani yang paling produktif menggunakan data hasil historis dan tingkat pupuk. Dengan pengetahuan ini, petani skala besar dapat memfokuskan produksi tanaman dan penggunaan pupuk hanya pada lahan yang paling produktif dan mengurangi penggunaan pupuk pada lahan di mana tanaman tidak berkinerja baik.

Para peneliti juga menyarankan bahwa petani dapat menggunakan zona yang paling tidak produktif ini untuk mengembangkan “daerah liar” khusus untuk penyerbuk penting seperti lebah madu. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: