Dikira Jantan Selama 23 Tahun, Burung Hantu Ini Tiba-tiba Bertelur

TrubusLife
Thomas Aquinus | Followers 0
10 Juli 2019   09:00

Komentar
Dikira Jantan Selama 23 Tahun, Burung Hantu Ini Tiba-tiba Bertelur

Burung Hantu (Live Science)

Trubus.id -- Burung hantu elang bernama Kaln hidup selama 23 tahun di sebuah tempat perlindungan di Gloucester, Inggris. Sepanjang waktu itu, para pemelihara alias penangannya mengira ia pejantan. Kemudian, menurut Vincent Jones, pendiri dari tempat konservasi tersebut, ia ternyata bertelur.

Telur itu tidak dibuahi, kata Jones pada Live Science, jadi Kaln tidak akan bisa menjadi seorang induk. Tapi tetap saja, itu adalah kejutan besar bagi semua penangan Kaln. "Saya pikir dia sama terkejutnya dengan kita," kata Jones.

Mendeteksi jenis kelamin burung hantu memang rumit, karena jantan dan betina secara lahiriah memiliki tubuh yang kurang lebih identik, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan 24 Januari 2008, dalam Journal of Heredity. Tidak seperti mamalia dan makhluk lain, tidak ada perbedaan yang jelas antara alat kelamin mereka.

Baca Lainnya : Unik, Burung Hantu Merawat Itik Layaknya Anak Sendiri

Ditambah lagi, kata Jones, tempat perlindungannya tidak memiliki minat pada jenis kelamin biologis dari burung-burung yang dibutuhkannya. Sebagian besar dari mereka diselamatkan dari kehidupan sebagai hewan peliharaan atau burung penangkap yang bekerja, katanya. Dan tempat konservasi tidak memiliki minat dalam pengembangbiakan burung hantu, hanya merehabilitasi mereka.

"Kami memiliki 46 burung," kata Jones. "Jika mereka memiliki perilaku pejantan, kita katakan mereka jantan. Jika mereka memiliki perilaku betina, maka kita katakan mereka betina."

Biasanya, menurut National Aviary, burung elang Eurasia betina bertelur hingga enam telur dalam periode sebulan di akhir musim dingin. Kaln tidak pernah melakukan itu meskipun dalam 23 tahun di tempat perlindungan, kata Jones. "Dia selalu menunjukkan tanda-tanda sebagai pejantan," tambah Jones.

Baca Lainnya : 48 Juta Tahun Lalu, Burung Hantu Berburu Mangsa di Siang Bolong

Bahkan tes genetik tidak selalu menunjukkan perbedaan yang jelas antara burung hantu jantan jantan dari burung hantu betina di banyak spesies, menurut makalah 2008 itu. Burung berjenis kelamin betina memiliki kromosom Z dan W, sementara burung berjenis kelamin jantan memiliki dua kromosom Z. Tetapi kromosom-kromosom itu cukup mirip sehingga sulit dibedakan. Para penulis makalah itu secara khusus mencoba untuk membedakan gen burung hantu elang Eurasia jantan dan betina, namun kemudian gagal.

Telur itu tidak mengubah cara tempat konservasi itu memandang Kaln, kata Jones. "Tidak ada bedanya dengan orang. Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita. Kita semua individu," katanya. "Kaln adalah individu. Dia individu yang sangat istimewa. Sekarang kita katakan dia tomboi." [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: