Ribuan hektare Tanaman Jagung di Sumatera Utara Diserang Ulat Grayak

TrubusLife
Syahroni
06 Juli 2019   16:00 WIB

Komentar
Ribuan hektare Tanaman Jagung di Sumatera Utara Diserang Ulat Grayak

Ribuan hektare lahan jagung di Sumut diserang ulat grayak. (Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id --  

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ulat grayak diduga jenis Spodoptera frugiperda menyerang ribuan hektare tanaman jagung di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini terjadi pada periode Januari-Juni 2019. 

"Hingga kini, belum ada lapotan terjadinya gagal panen atau puso," kata Kepala UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (PTPH Sumut), Marino, Sabtu (6/7).

Baca Lainnya : Antisipasi Penanganan Ulat Grayak, Kementan Rekomendasikan Hal Berikut Ini

Dijelaskannya, dalam laporan kumulatif luas tambah serangan, OPT ulat grayak menyerang pada tanaman jagung di 18 dari 33 kabupaten di Sumut. Laporan tersebut membagi tingkat serangan dalam 4 kategori, ringan, sedang, berat dan puso. 

"Pada serangan tingkat ringan, seluas 3.206,7 hektare," jelasnya.

Marino menyebut, Kabupaten Karo merupakan yang paling luas terserang, yakni seluas 1.650,5 hektare. Kemudian Dairi seluas 922,5 hektare. Pada tingkat sedang, serangan ulat grayak seluas 69,2 hektare, paling banyak terjadi di Karo, yakni seluas 40,5 hektare dan di Dairi seluas 17 hektare. 

Baca Lainnya : Kementan Dihimbau Waspadai Masuknya Hama Ulat Grayak Jenis Baru

"Pada periode ini, hanya 3 hektare yang serangannya berat. Dua hektare di Karo dan satu hektare di Toba Samosir," sebutnya.

Diungkapkan Marino, pihaknya merekomendasikan petani h tuk menyemprot tanamannya menggunakan insektisida yang berbahan aktif emamektin benzoat, klorantraniliprol, atau insektisida. 

"Diketahui, bahan aktif itu dapat membunuh ulat grayak langsung," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Berkebun Efektif Hilangkan Stres Hingga Menjadi Trauma Healing

Health & Beauty   10 Juli 2020 - 10:20 WIB
Bagikan: