Ditemukan di Antartika, Fosil Diduga Loch Ness Ini Terbesar dalam Sejarah

TrubusLife
Ayu Erning Setyowati | Followers 0
18 Juni 2019   19:00

Komentar
Ditemukan di Antartika, Fosil Diduga Loch Ness Ini Terbesar dalam Sejarah

Fosil Diduga Loch Ness (Maritime Herald)

Trubus.id -- Seperti halnya Bigfoot atau Yeti, monster Loch Ness alias Nessie merupakan salah satu misteri yang menghebohkan dunia. Sebagian besar ilmuwan menemukan bukti-bukti yang mendukung Nessie sebagai tak cukup memadai dan menganggap laporan-laporan penampakannya sebagai hoax ataupun salah identifikasi. Namuni, masih banyak saja orang yang menganggap hewan ini benar-benar ada, dengan teori yang paling populer menganggapnya sebagai seekor plesiosaurus yang tinggal di danau Loch Ness, Inggris. 

Nah, baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah fosil dinosaurus yang menyerupai monster Loch Ness di Antartika. Berjenis elasmosauridae yang memiliki empat sirip dan berleher panjang, ukuran spesimen ini sangat raksasa hingga memecahkan rekor dan menjadi elasmosauridae terbesar yang pernah ditemukan. 

“Tak hanya panjang, (dinosaurus) ini juga kekar,” ujar Jose O'Gorman, pemimpin penelitian dan paleontolog vertebrata dari La Plata Museum dan National University of La Plata, Argentina. Saat diukur, panjang dinosaurus itu mencapai 11 meter dari hidung ke ujung ekor atau setara dengan tinggi tiang telepon. Bobotnya pun, jika hidup, dapat mencapai 15 ton sehingga menjadi elasmosauridae terbesar yang pernah ditemukan. 

Unfortunately, saking besarnya, fosil dinosaurus ini tak bisa langsung dibawa dari lokasi asalnya di Pulau Seymour, Antartika, ketika pertama kali ditemukan tahun 1989. Para peneliti harus bolak balik tiga kali, yakni pada 2005, 2012 dan 2017, untuk mengambilnya. 

Totalnya, para peneliti berhasil mengangkut 800 kilogram fosil yang tertanam di dalam batu. Dengan hasil itu, para peneliti menduga bahwa spesimen ini adalah spesies baru yang termasuk dalam genus Aristonectes, karena tidak memiliki cukup banyak kesamaan dengan spesimen lain yang telah teridentifikasi. 

Terduga Nessie ini, dilansir dari Live Science, kemungkinan besar hidup 30.000 tahun sebelum  kepunahan Kapur-Paleosen yang memusnahkan seluruh dinosaurus dari Bumi sekitar 66 juta tahun lalu. Pasalnya, fosil ini ditemukan hanya 2,3 meter di bawah batas K/Pg, garis gelologi yang menunjukkan kepunahan tersebut. Studi ini akan dipublikasikan dalam jurnal Cretaceous Research edisi Oktober mendatang. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: