Diduga dari Pupuk Kotoran Ayam, Jutaan Lalat Menyerbu Sebuah Desa di Rusia

TrubusLife
Thomas Aquinus | Followers 0
18 Juni 2019   20:00

Komentar
Diduga dari Pupuk Kotoran Ayam, Jutaan Lalat Menyerbu Sebuah Desa di Rusia

Lalat serang salah satu desa di Rusia (Live Science)

Trubus.id -- Cuplikan yang baru-baru ini disiarkan oleh kantor berita negara Channel One Russia dan menjadi viral di sosial media mengungkap keresahan dari desa Lazorevy. Dalam video itu, tumpukan lalat yang mati dan yang hampir mati sangat banyak hingga menutupi lantai, meja, dan permukaan lainnya di rumah penduduk desa. Sementara itu, di luar ruangan, kawanan lalat yang menggumpal berkumpul di jalan, pekarangan dan ladang. Apa penyebabnya? 

DIkutip dari Live Science, warga Lazorevy mengatakan pada Channel One bahwa asal mula "wabah" dapat ditelusuri ke seorang petani lokal bernama Andrei Savchenko, yang konon menyuburkan ladangnya dengan berton-ton pupuk yang terbuat dari kotoran ayam. Kotoran, yang berasal dari peternakan unggas terdekat, mungkin berisi jutaan telur lalat. Eww! 

Baca Lainnya : Aneh, Selain Darah, Lalat Pikat Ternyata Juga Gemar Menghisap Ganja

Dalam satu adegan menakutkan dalam video itu, seorang reporter melemparkan segenggam tanah ke dalam massa lalat yang merangkak di permukaan tanah; ia kemudian mengernyit ketika awan lalat tiba-tiba meletus ke udara dan membentuk ‘gelombang tsunami’ serangga. Mereka menyebutnya 'fly apocalypse'

Seorang penduduk setempat, terlihat dalam video menyapu lalat mati dari lantai rumahnya, mengatakan bahwa setiap hari ia akan menyapu cukup banyak mayat kecil untuk mengisi setidaknya setengah ember, menurut The Guardian.

"Tidak tertahankan. Lalat ada di mana-mana," kata seorang penduduk lain. Menjijikkan. 

Awan lalat yang tebal pertama kali muncul di Lazorevy minggu lalu, Channel One melaporkan. Sejak itu, penduduk desa dan pemerintah setempat telah beralih ke pestisida untuk mengendalikan populasinya di udara, tetapi karena lalat berkembang biak dengan begitu cepat, semprotan beracun hanya memberi kelegaan singkat dari serangga sebelum jumlahnya membengkak lagi.

Tiba-tiba ada jutaan serangga terbang benar-benar mengerikan, tetapi juga membawa ancaman dari penyakit yang diketahui biasa dibawa oleh lalat. Penduduk desa juga khawatir bahwa penggunaan bahan kimia yang meluas dan berkepanjangan untuk membunuh lalat dapat membahayakan kesehatan manusia. Dilematis. 

Pihak berwenang telah membuka penyelidikan kriminal untuk menentukan apakah penggunaan limbah berbahaya secara ilegal dapat memicu kawanan ini. Namun Savchenko menegaskan bahwa dia tidak bertanggung jawab atas lalat, mengklaim bahwa "lalat telah ada selama jutaan tahun dan mereka ada di mana-mana," lapor The Guardian. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: