Benarkah Pemindai Keamanan Bandara Membahayakan Kesehatan? Ini Faktanya

TrubusLife
Syahroni
17 Juni 2019   22:30 WIB

Komentar
Benarkah Pemindai Keamanan Bandara Membahayakan Kesehatan? Ini Faktanya

Alat pemindai keamanan bandara. (My Travel Money)

Trubus.id -- Pancaran radiasi yang terus menerus tentunya menciptakan kekhawatiran tersendiri. Salah satu sumber yang menjadi penyebab kecemasan yang tidak proporsional itu adalah pemindai keamanan di bandara (airport security scanners).

Kekhawatiran orang seringkali didasarkan pada peringatan yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan terkait dengan rontgen medis. Food and Drug Administration Amerika (FDA) memperingatkan pasien untuk menjalani pencitraan sinar-X hanya jika benar-benar diperlukan. Tetapi haruskah orang juga khawatir dengan pemindai keamanan di bandara?

Beruntung bagi para penerbang alias regular traveler, kata Dr. Lewis Nelson, profesor dan ketua kedokteran darurat di Rutgers New Jersey Medical School menyatakan bahwa kita tak perlu khawatir. Radiasi adalah istilah umum untuk berbagai jenis energi elektromagnetik bergerak, yang terdiri dari radiasi pengion ( yang dipancarkan mesin sinar-X) dan radiasi non-ionisasi (yang mencakup gelombang radio dan magnetik).

Perbedaan utama antara radiasi pengion dan non-pengion adalah tingkat energi yang ditransmisikan. Radiasi pengion memiliki energi yang cukup untuk menjatuhkan elektron dari atom, menciptakan radikal bebas; Partikel-partikel yang reaktif secara kimia ini dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko orang terkena kanker.

Tetapi radiasi pengion memiliki dampak nyata pada kesehatan kita hanya ketika diterima dengan dosis tinggi. Dan di mesin sinar-X bandara, meskipun sekitar setengah dari pemindai memancarkan radiasi pengion, dosisnya tidak cukup tinggi untuk membahayakan tubuh, kata Nelson. (Hampir setengah dari pemindai menggunakan gelombang milimeter, suatu bentuk radiasi non-pengion.)

"Ini sangat kecil sehingga tidak penting," katanya kepada Live Science.

Sementara pasien mungkin benar untuk khawatir tentang jumlah sinar-X medis yang mereka terima, jumlah radiasi yang diberikan oleh sinar-X bandara sangat kecil dibandingkan rontgen dada yang memaparkan pasien sekitar 1.000 kali radiasi pemindai bandara.

Health Physics Society memperkirakan bahwa pemindai sinar-X bandara memberikan 0,1 mikrosievert radiasi per pemindaian. Sebagai perbandingan sinar-X dada tipikal menghasilkan 100 mikrosievert radiasi, menurut penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Radiology.

Uniknya, ada fakta bahwa para pelancong terkena radiasi yang jauh lebih banyak pada penerbangan itu sendiri, kata Nelson. Setiap menit di pesawat memberikan dosis radiasi yang kira-kira sama dengan satu pemindaian sinar-X bandara. "Sungguh ironis bahwa orang yang takut paparan radiasi dalam penyaringan tidak memiliki keraguan untuk naik ke pesawat," kata Nelson.

Pemindai ini memancarkan sejumlah kecil radiasi sehingga bahkan jika kamu terbang setiap hari selama setahun, kamu masih akan menerima hanya sebagian kecil dari radiasi pengion yang kamu serap dari makanan, berdasarkan perkiraan dosis dari NASA.

Sebagian besar makanan mengandung sejumlah kecil molekul radioaktif karbon-14 dan kalium-40, menurut NASA. Faktanya, banyak benda dan zat yang kita jumpai terdapat radiasi pancaran harian; tanah, trotoar dan bangunan semen, dan bahkan udara yang kita hirup semuanya sedikit radioaktif.

Dibandingkan dengan semua radiasi itu, pemindai sinar-X mengeluarkan jumlah yang tidak signifikan, kata Nelson. Itu berlaku bahkan untuk orang yang lebih rentan terhadap paparan radiasi, seperti wanita hamil dan bayi, yang menerima jumlah radiasi latar belakang yang sama setiap hari seperti orang lain.

"Dosis membuat racun," kata Nelson, "Semuanya beracun jika Anda memiliki cukup dosis. Konsekuensinya adalah semuanya tidak beracun jika Anda memiliki dosis yang cukup rendah." Dan dalam kasus ini, Nelson menambahkan, sinar-X bandara jatuh secara pasti pada sisi tidak beracun dari spektrum.

So, travelers, masih aman ya untuk sering-sering terbang. Keep traveling!

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: