Pemerintah Legalkan Perburuan, Nasib Gajah Liar di Botswana Mengkhawatirkan

TrubusLife
Syahroni
14 Juni 2019   17:00 WIB

Komentar
Pemerintah Legalkan Perburuan, Nasib Gajah Liar di Botswana Mengkhawatirkan

Ilustrasi gajah liar. (Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Sebuah kelompok konservasi terkemuka di dunia tengah menyoroti masalah maraknya perburuan liar gajah di beberapa bagian Botswana. Menurut laporan yang mereka terbitkan Kamis (13/6) kemarin, diperkirakan hampir 400 gajah liar terbunuh di seluruh negeri itu pada rentang waktu 2017 dan 2018. Kondisi ini tentu menambah kekhawatiran pemerhati hewan liar.

Penelitian dari The Elephants Without Borders (EWB) dalam jurnal ilmiah "Current Biology" kemungkinan akan meningkatkan tekanannya pada pemerintah Botswana, yang bulan lalu memicu kontroversi dengan mencabut larangan berburu dengan alasan untuk membantu mengendalikan populasi gajah yang sedang booming sehingga berdampak pada lahan pertanian para petani.

Laporan hari Kamis mencatat peningkatan 593 persen temuan bangkai gajah di utara negara itu sejak 2014. Sebagian besar bangkai gajah yang mati karena perburuan liar ini ditemukan di lima "hotspot" utara negara tersebut.

Baca Lainnya : Dikritik Konservasionis, Botswana Legalkan Perburuan Gajah  

"Bukti ini menunjukkan bahwa perburuan gading dalam skala ratusan gajah per tahun telah terjadi di Botswana utara sejak 2017 atau mungkin sebelumnya," kata laporan itu dilansir dari AFP, Jumat (14/6).

EWB tahun lalu mengatakan telah mengidentifikasi hampir 90 gajah yang diduga telah diburu setelah melakukan survei udara. Jumlah itu namun dibantah oleh pemerintah setempat. Namun kemudian studi diperluas hingga diterbitkan pada hari Kamis kemarin. Dalam laporan terakhirnya, diperkirakan sekitar 385 ekor gajah liar mati karena gading mereka antara tahun 2017 dan 2018, dengan 156 dikonfirmasi sebagai hasil buruan tahun lalu saja.

Pendiri EWB, Dr Michael Chase yang menjadi salah satu penulis laporan tersebut mengatakan, penelitian terbaru itu tidak dapat dibantah dan mendukung peringatan mereka bahwa gajah jantan banyak dibunuh oleh kelompok pemburu.

Baca Lainnya : Tentara Inggris Penentang Perburuan Liar, Tewas Diserang Gajah yang Ia Lindungi

Meski demikiain, pejabat Botswana tidak tersedia untuk mengomentari penelitian terbaru itu. Negara yang memiliki populasi gajah terbesar di Afrika itu sebelumnya menjadi surga bagi gajah dengan "sedikit perburuan dilaporkan" kata laporan itu, mencatat bahwa para peneliti tidak mengamati bangkai gajah dalam survei 2014.

Tetapi survei tahun 2018 di area seluas 94.000 kilometer persegi (36.000 mil persegi) menemukan 94 bangkai baru-baru ini dan 62 yang lebih tua yang diverifikasi oleh para peneliti sebagai hasil perburuan. Namun para peneliti menemukan bahwa populasi gajah tetap stabil secara luas antara 2014 dan 2018, dengan jumlah populasi sekitar 122.700 ekor.

Bulan lalu, Presiden Botswana Mokgweetsi Masisi mencabut larangan lima tahun negara itu untuk berburu gajah, dengan alasan meningkatnya "konflik antara manusia dan gajah". Keputusan ini memicu protes dari organisasi perlindungan lingkungan.

Satwa liar Botswana yang melimpah telah membuatnya menjadi destinasi safari mewah yang populer dan pariwisata adalah sektor dengan pertumbuhan tercepat kedua di negara ini setelah penambangan intan. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan: