Samudera di Planet Jupiter Ternyata Mengandung Garam, Ini Buktinya

TrubusLife
Astri Sofyanti
14 Juni 2019   11:30 WIB

Komentar
Samudera di Planet Jupiter Ternyata Mengandung Garam, Ini Buktinya

Planet Jupiter (Istimewa)

Trubus.id -- Baru-baru ini para ilmuan melakukan studi di Planet Jupiter, studi tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa samudera yang berada di Planet Jupiter juga mengandung garam sama seperti Bumi.

Para ilmuwan lantas berpikir bahwa kandungan garam di Samudera Planet Jupiter adalah garam sulfat. Para ilmuwan memperkirakan jika garam sulfat mendominasi samudera bawah permukaan Europa, menampung sekitar dua kali lebih banyak air dibandingkan semua lautan yang ada di Bumi.

Tapi, teleskop luar angkasa Hubble telah mendeteksi kemungkinan adanya natrium klorida (NaCl) di permukaan dingin Europa. NaCl, material yang sama membentuk garam dapur, kemungkinan berasal dari samudera. Menurut salah satu tim peneliti, hal itu sangat menarik mengingat kandugan garam di lautan Bumi berasal dari NaCl.

Baca Lainnya : Tak Hanya Bumi, Semua Planet di Tata Surya Juga Alami Fenomena Equinox

"Kami perlu meninjau kembali pemahaman mengenai komposisi permukaan Europa, serta geokimia internal. Bila natrium klorida ini benar-benar mencerminkan komposisi internal, maka samudera Europa mungkin lebih mirip Bumi dibanding yang kita pikirakan sebelumnya," demikian keterangan Samantha Trumbo dari California Institute of Technology mengutip Space, Jumat (14/6)

Lebih lanjut Trumbo mengungkapkan bahwa pesawat luar angkasa NASA Galileo, yang mengorbit Jupiter dari 1995 hingga 2003, melihat beberapa bercak aneh kekuningan di permukaan Europa.

Kemudian percobaan laboratorium yang dilakukan dalam kondisi permukaan Europa disimulasikan menunjukkan, NaCl yang diiradiasi bertanggung jawab atas pusat warna ini.

Baca Lainnya : 100 Juta Tahun Lagi, Planet Saturnus Tidak Lagi Bercincin

Trumbo dan rekannya mencari tanda-tanda NaCl di Europa. Mereka menggunakan instrumen Hubble Space Telescope Imaging Spectrograph (STIS) selama empat kali pengamatan dari Mei hingga Agustus 2017.

STIS melihat garis serap pada 450 namometer, yang merupakan karakteristik dari NaCl yang diiradiasi. Tapi, tanda ini tidak tersebar di seluruh Europa.

Meski begitu, para ilmuwan juga menemukan tanda hanya ada di hemisphere terkemuka Bulan. Selain itu, NaCl terkonsentrasi di daerah yang kompleks, terganggu, dan area muda secara geologis dari permukaan Europa, di mana material mengalir dari laut ke bawah.

Baca Lainnya : 5 Planet Ini Mengandung Air Lebih Banyak dari Bumi, Adakah Kehidupan?

Hemisphere yang mengikuti Europa dipalu oleh senyawa belerang yang dimuntahkan oleh salah satu dari banyak Bulan Jupiter, supervolcanic lo. Tapi, belahan terlindungi dari hujan kosmik. Dikatakan Trumbo, komposisi medan kekacauan hemisphere terdepan yang relatif murni paling mewakili materi endogen Europa. Namun, tidak diketahui apakah ini masalahnya.

"Kami yakin natrium klorida berasal dari interior. Tapi, ekstrapolasi untuk interior didominasi klorida kurang pasti," ungkap Trumbo. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: