Beragam Manfaat Urine Sapi yang Sangat Membantu Para Petani

TrubusLife
Syahroni
08 Juni 2019   19:30 WIB

Komentar
Beragam Manfaat Urine Sapi yang Sangat Membantu Para Petani

Ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id -- Produk utama ruminansia yang umum di manfaatkan adalah daging, susu dan kulit yang telah terbukti mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Namun hasil sampingannya yang berupa kotoran juga banyak dimanfaatkan.

Kotoran ruminansia biasanya dipakai sebagai bahan baku untuk pembuatan pupuk organik melalui beberapa proses sehingga menghasilkan pupuk kompos yang kegunaanya untuk kesuburan lahan pertanian. Di samping kotoran atau faces, yang tidak kalah menariknya adalah limbah yang dihasilkan oleh sapi yaitu urine atau kencing sapi. 

Dilansir dari situs resmi Balittanah Balitbang Kementan, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa urine sapi mengandung zat pengatur tumbuh seperti IAA yang mempunyai pengaruh positip terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung. Di samping itu aroma urine yang khas dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman. Karena itu urine sapi juga dapat berfungsi sebagai pegendali hama tanaman. 

Tak hanya itu, urine sapi juga menghasilkan unsur hara primer seperti Nitrogen (N) 1%, Phosfor (P) 0.5%  dan  Kalium (K) 1.5% (lingga,1991).

Untuk membuat urine sapi menjadi pupuk cair harus melalui beberapa proses. Namun yang terpenting yang harus dilakukan adalah fermentasi, dimana untuk proses fermentasi, baik secara aerob (memerlukan oksigen) maupun an aerob (tidak memerlukan oksigen) dengan memanfaatkan hasil aktifitas dari mikroorganisme yang mampu mengubah atau mentranspormasikan senyawa kimia kesubtrat organik. 

Tidak menutup kemungkinan pupuk Urine cair yang berasal dari sapi bisa dikombinasikan dengan urin ternak lainnya. Di samping itu pupuk urine sapi dapat diperkaya dengan penambahan bahan alam yang berasal dari mineral seperti batuan phosfat, kapur pertanian serta mikroorganisme penyubur tanah seperti Pseudomonas Sp, Rhizobium Sp, Azozspirillum Sp serta pestisida hayati seperti tanaman yang mengandung zat aktif anti hama seperti brotowali, Temu ireng, Jahe dan kunyit. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Penangkapan Ikan Besar-besaran Ganggu Rantai Makanan di Laut Bohai

Plant & Nature   14 Nov 2019 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: