Kenali 7 Fakta Penyakit Leukemia, Penyakit yang Diidap Ani Yudhoyono

TrubusLife
Thomas Aquinus | Followers 0
01 Juni 2019   08:00

Komentar
Kenali 7 Fakta Penyakit Leukemia, Penyakit yang Diidap Ani Yudhoyono

Ani Yudhoyono terbaring sakit akibat penyakit leukemia yang diidapnya (Istimewa)

Trubus.id -- Kondisi kesehatan istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, diketahui kembali menurun. Penurunan ini menyebabkan Ani Yudhoyono harus kembali dirawat di Intensive Care Unit (ICU) National University Hospital, Singapura. Namun, Trubus Mania perlu ketahui bahwa kanker dapat dicegah sejak dini.

Seperti dilansir dari IDN Times, dr Ronald A. Hukom, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Kanker Dharmais meyampaikan, hal itu bisa dilakukan melalui screening rutin setahun sekali.

"Fasyankes primer bisa melakukan pemeriksaan awal untuk kanker, terutama kanker yang sering dijumpai, misalnya kanker leher rahim, kanker payudara, kanker usus besar," katanya.

Baca Lainnya : Myelofibrosis, Kanker Darah Langka yang Akibatkan Defisit Sel Darah

Berikut ini adalah 7 Fakta yang dirangkum Trubus.id mengenal lebih dalam penyakit leukimia atau kanker darah yang diderita oleh Ani Yudhoyono:

1. Kanker ini terdapat di sumsum tulang

Leukemia adalah jenis kanker darah yang mulanya terbentuk di sumsum tulang, yang sekaligus tempat pengembangan sel darah yang belum matang. Dalam kondisi normal setiap sel darah muda akan menjadi sel darah merah, putih, dan trombosit dengan fungsinya masing-masing. Namun pada kasus leukemia, sel darah tidak melalui fase tersebut dan berkembang secara abnormal.

2. Sel leukemia tidak mati

Sel leukemia tidak mati ketika mengalami kerusakan atau bertambah tua, tak seperti sel darah normal lainnya. Akibatnya, sel makin menumpuk di tubuh dan berisiko mengganggu fungsi darah normal yaitu mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, melawan infeksi, dan mencegah perdarahan.

3. Tidak mengenal 'stadium'

Perkembangan kanker umumnya dikenali dengan stadium 1-4 yang bergantung dari luas dan penyebaran tumor. Kondisi ini berbeda dengan leukemia yang terdapat di sumsum tulang. Prognosis perkembangan leukemia dilakukan dengan melihat faktor lain yaitu jumlah sel darah, pembesaran limpa, umur dan jenis kelamin pasien.

"Jadi sebetulnya leukemia itu tidak ada golongan 1, 2, 3, dan 4. Penggolongan leukemia itu diukur apakah dia standard-risk, high-risk, atau very high-risk," kata spesialis hematologi onkologi anak Dr dr Rini Purnamasari dari RSUD Tangerang, dilansir dari detikhealth. 

Baca Lainnya : Nangka, Jadi Superfood yang Bisa Membunuh Sel Kanker

4. Banyak dialami anak dan orang tua

Leukemia lebih banyak diidap anak dan orang tua meski sebetulnya bisa mengenai siapa saja. Kementerian Kesehatan menyebut, hampir 60 persen kasus kanker yang mengenai usia anak adalah leukemia. Sementara leukemia yang menyerang orang tua umumnya bersifat akut.

5. Ada beberapa jenis

Leukemia adalah kanker darah yang memiliki beberapa sub-jenis, yaitu:

  • Acute lymphoblastic leukemia (ALL), yang terjadi saat sel darah putih abnormal terbentuk dan menyebar dengan cepat di sumsum tulang.
  • Chronic lymphocytic leukemia (CLL), yang perlu beberapa tahun untuk menyebar.
  • Acute myeloid leukemia (AML), yang terjadi saat sel darah putih, merah, dan platelet abnormal menyebar cepat.
  • Chronic myeloid leukemia (CML), yang awalnya tumbuh dengan lambat lalu memengaruhi sel sumsum tulang yang memproduksi darah, hingga akhirnya menyebar ke darah itu sendiri.

6. Kanker darah dipicu oleh bermacam faktor

dr Ronald menjelaskan, faktor risiko kanker darah antara lain usia yang semakin tua, radiasi, bahan kimia (pestisida, benzen), paparan elektromagnetik, dan obat, misalnya terapi kanker lainnya (sitostatik, radiasi).

"Tak ada hubungan jelas kanker darah dengan stres," ujarnya dikutip dari IDN Times.

Baca Lainnya : Diet Rendah Lemak Bisa Mengurangi Risiko Kematian karena Kanker Payudara

7. Kanker darah ditandai oleh anemia hingga infeksi

Dikatakan dr Ronald, tanda-tanda atau gejala kanker darah adalah kulit pucat (anemia), kulit lebam dan perdarahan, demam atau tanda infeksi. Hal itu bisa terlihat dari hasil laboratorium dan dipastikan dengan pemeriksaan sumsum tulang. Menurut Ronald, tak ada perbedaan cara mendeteksi kanker pada orang dewasa dan anak-anak.

"Tidak ada perbedaan, kecuali pada anak ada beberapa kelainan congenital (jarang) bisa berhubungan dengan leukimia akut, seperti sindroma down, anemia fanconi," ujarnya. [NN]

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Setop Hitung Kalori Saat Berdiet

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: