Biskuit Kelor Inovasi Mahasiswa Maumere Ini Bisa jadi Kudapan Sehat Penderita Diabetes

TrubusLife
Syahroni
30 Mei 2019   16:00 WIB

Komentar
Biskuit Kelor Inovasi Mahasiswa Maumere Ini Bisa jadi Kudapan Sehat Penderita Diabetes

Mahasiswa kedokteran dari Universitas Nusa Nipa di Maumere berpose dengan produk inovasi mereka, BiKelor. (Jakarta Post)

Trubus.id -- Daun kelor memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah untuk penderita diabetes. Berbekal manfaat itu, mahasiswa kedokteran dari Universitas Nusa Nipa di Maumere, Nusa Tenggara Timur muncul dengan sebuah inovasi.

Mereka membuat makanan ringan berbasis daun kelor sebagai alternatif sehat untuk penderita diabetes. Inovasi itu muncul saat mereka menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Makanan ringan terdiri dari biskuit kelor yang terbuat dari daun kelor, gula pasir, kismis, tepung jagung, mentega, dan tepung terigu dan teh diseduh dengan daun kelor kering.

Rosania EB Conterius, seorang dosen Universitas Nusa Nipa yang membantu para siswa selama proses pembuatan, mengatakan bahwa biskuit rendah gula dan karenanya dapat berfungsi sebagai camilan sehat bagi mereka yang menderita diabetes.

"Kelor kaya akan serat. Dengan mengkonsumsi kue ini, penderita diabetes akan merasa kenyang sampai makan siang atau sebelum makan malam,” kata Rosania dilansir dari Jakarta Post.

Karena biskuit akan dibuat oleh ibu rumah tangga desa Nita, Rosania mengatakan dia berharap mereka dapat membantu masyarakat setempat meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Namun, produk tersebut harus menjalani tes oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) sebelum dapat dijual ke publik.

Menurut asisten profesor lain, Mega Gaharpung, produk berbasis moringa dikembangkan untuk memenuhi tugas layanan masyarakat, yang adalah untuk mengembangkan Kabupaten Sikka menjadi daerah agropolitan.

Secara terpisah, seorang mahasiswa kimia Universitas Nusa Nipa, Petrus Tuku, menjelaskan bahwa teh dapat dikonsumsi setelah diseduh dengan air panas dan biarkan selama 10 hingga 15 menit hingga warnanya berubah menjadi hijau pucat atau kuning.

"Orang bisa minum teh ini tanpa harus menyaringnya sebelumnya," kata Petrus. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Dosen IPB University Berbagi Tips Merawat Ikan Hias

Pet & Animal   12 Jan 2021 - 10:50 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Tips Penyembuhan Indera Penciuman Usai Terpapar Covid-19

Health & Beauty   21 Des 2020 - 17:12 WIB
Bagikan: