Washington Legalkan Penggunaan Jenazah Manusia sebagai Pupuk Organik agar Tanah Subur

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
23 Mei 2019   15:00

Komentar
Washington Legalkan Penggunaan Jenazah Manusia sebagai Pupuk Organik agar Tanah Subur

Ilustrasi pupuk organik dari jenazah manusia. (Pixabay)

Trubus.id -- Washington menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang melegalkan penggunaan jenazah manusia sebagai pupuk organik untuk memelihara tanah agar tetap subur. Menurut pernyataan Gubernur Washington, Jay Inslee, cara ini bisa menghemat ruang, mengurangi emisi dan juga memberi makan tanaman.

Selasa (21/5), Jay menandatangani undang-undang tersebut. Pendukungnya mengatakan jika cara ini merupakan reduksi organik alami. Jalan alternatif ramah lingkungan untuk penguburan atau kremasi yang bermasalah. Apalagi, wilayah di perkotaan mengalami pengurangan lahan.

Baca Lainnya : Limbah Rumput Laut Sumber Pupuk Organik Terbaik 

"Jenazah yang dikubur menjadi masalah karena kita kekurangan lahan kosong. Begitu juga dengan kremasi, berdampak pada emisi gas rumah kaca dan penggunaan energi. Dan, inilah cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut," kata Katrina Spade, pendiri Recompose.

Untuk membuat pupuk kompos dari jenazah manusia, Katrina mengatakan jika prosesnya mengikuti tradisi lama petani yang mengompos kuda dan hewan ternaknya setelah mereka mati.

Baca Lainnya : Pupuk Tanaman dari Kotoran Manusia, Terbukti Lebih Menguntungkan

"Kami telah menguji metode tersebut, di mana jenazah manusia dimasukkan ke dalam polong tertutup dan ditutupi rumput," bebernya kepada Thomson Reuters Foundation.

Mikroba yang sudah ada di jenazah, akan memanaskan polong hingga 65 derajat Celcius.

"Dalam waktu sebulan, akan menghasilkan 0,65 kubik pupuk organik. Dan, kami bisa memberikannya kepada keluarga atau disumbangkan," ujarnya. [DF]

  

 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 23 Mei 2019 - 12:15

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: