Keren, Pensil Daur Ulang dari Ampas Kopi Ini Bisa Jadi Tanaman

TrubusLife
Diah Fauziah
22 Mei 2019   20:00 WIB

Komentar
Keren, Pensil Daur Ulang dari Ampas Kopi Ini Bisa Jadi Tanaman

Fabula Organic Pensil, pensil non plastik terbuat dari hasil daur ulang bahan organik. (Red-dot)

Trubus.id -- Tanpa disadari, alat tulis seperti pensil atau pulpen bisa menyumbang limbah plastik. Namun, lain halnya dengan Fabula Organic Pencil, pensil non plastik yang terbuat dari hasil daur ulang berbagai bahan organik seperti ampas kopi.

Jika dilihat sekilas, pensil ini sama dengan pensil kayu lainnya. Tapi, jika ditelisik dengan seksama, pensil ini terbuat dari daur ulang ampas kopi, teh dan kelopak bunga. Bahan ampas kopi dan teh didapatkan dari kedai kopi atau kafe yang memberikan cuma-cuman. Sedangkan material kelopaknya diambil dari sampah toko bunga.

Baca Lainnya : Segera Diluncurkan, Sepatu Ramah Lingkungan yang Bisa Didaur Ulang

Fabula dibuat oleh Mateja Kuhar, pebisnis asal Kroasia. Sejak kecil, gemar menulis. Seiring bertambahnya usi, Mateja kian terobsesi dengan alat tulis. Apalagi, kakeknya juga penggemar alat tulis dan perlengkapan kantor.

"Inspirasi untuk membuat pensil dari daur ulang muncul saat melihat seorang teman yang menggambar sketsa dengan pensil kayu. Sejak itu, saya mulai berpikir untuk menciptakan pensil yang unik dan bisa dipakai secara berkelanjutan," katanya, dilansir dari total-croatia.

Maksud dari berkelanjutan ialah, di dalam pensil terdapat bibit yang bisa ditanam. Cara menanam pensil daur ulang ini terbilang mudah. Cukup rendam pensil berukuran pendek dalam air hangat yang sudah diukur sesuai dengan batas garis hijau pada pensil.

Baca Lainnya : Benarkah Sedotan Logam dan Tas  Daur Ulang Itu Ramah Lingkungan?

"Diamkan pensil hingga melunak dan berubah menjadi cokelat seperti air teh. Setelah itu, siram atau sempotkan air rendaman tersebut secara merata ke media tanah yang telah disediakan. Tunas tanaman baru akan muncul dalam waktu 10 hingga 14 hari," jelasnya.

Meski pensil ini terlihat sederhana, butuh dua tahun untuk mengembangkannya menjadi produk yang bisa dijual di pasaran. Mulai dari pembuatan rancangan awal, mengembangkan manufaktur dan menyiapkan hak paten secara internasional. [DF]


 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: