Timor Leste Jadi Negara Bebas Plastik Pertama di Dunia

TrubusLife
Diah Fauziah
19 Mei 2019   09:00 WIB

Komentar
Timor Leste Jadi Negara Bebas Plastik Pertama di Dunia

Ilustrasi sampah plastik di Timor Leste. (DIVE Magazine)

Trubus.id -- Di sebuah wilayah di mana lautan dipenuhi sampah, Timor Leste akan menjadi negara pertama di dunia yang mendaur ulang semua limbah plastiknya. Itu dilakukan setelah ada kerja sama antara Pemerintah Timor Leste dengan para peneliti dari Australia pada Jumat (17/5) untuk membangun pabrik daur ulang yang revolusioner.

Nantinya, pabrik senilai US$40 juta itu akan memastikan bahwa tidak ada plastik yang digunakan di Timor Leste menjadi limbah karena diubah menjadi produk baru. Jika berjalan lancar, pabrik daur ulang ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2020 mendatang.

Baca Lainnya : Daur Ulang Jadi Solusi Mengatasi Limbah Plastik di Indonesia

"Timor Leste merupakan negara kecil di mana kami bisa membuat semua wilayahnya menjadi yang pertama bebas plastik," kata profesor Thomas Maschmeyer, penemu teknologi daur ulang.

"Tidak membuang sampah plastik dengan baik akan berdampak negatif. Tapi, jika kita bisa membuangnya dengan baik, merupakan hal yang hebat," jelasnya kepada Thomson Reuters Foundation.

Dengan populasi hanya 1,3 juta, Timor Leste menghasilkan sekitar 70 ton sampah plastik setiap hari. Sebagian besar sampah plastik yang dikumpulkan berasal dari pantai dan daerah perkotaan, kemudian dibakar di tempat terbuka.

Baca Lainnya : Tingkatkan Daur Ulang, China Luncurkan Program Kota Bebas Limbah

"Pabrik daur ulang yang akan dibangun akan menggunakan teknologi kimia agar bisa mengubah limbah plastik menjadi cairan atau gas tanpa menambahkan minyak mineral dengan cepat. Sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh pendaur ulang lainnya," beber Thomas.

"Ini adalah kolaborasi yang menarik bagi kami," kata Demetrio do Amaral de Carvalho, sekretaris lingkungan hidup Timor-Leste.

Ia melanjutkan, "Tidak hanya membuat perbedaan besar dalam pengurangan limbah plastik dan mengurangi bahaya bagi kehidupan laut, Timor Leste dapat menjadi contoh bagi seluruh dunia." [DF]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: