Belum Ada Pengobatan untuk Atasi Cacar Monyet, Kenali Ciri dan Gejala Berikut Ini

TrubusLife
Syahroni | Followers 0
14 Mei 2019   20:00

Komentar
Belum Ada Pengobatan untuk Atasi Cacar Monyet, Kenali Ciri dan Gejala Berikut Ini

Skema penyebaran dan gejala cacar monyet. (singapore ministry of health)

Trubus.id -- Temuan kasus virus cacar monyet atau monkeypox di Singapura membuka mata publik bahwasanya penyakit langka itu masih ada dan berpotensi mewabah. Di Indonesia pun, peringatan akan adanya ancaman wabah ini mulai digencarkan. Terutama bagi mereka yang hendak bepergian ke Singapura di mana virus itu pertama kali kembali ditemukan.

Monkeypox atau cacar monyet sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia dari hewan seperti tikus dan monyet. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan darah, cairan tubuh atau lesi (luka) hewan yang terinfeksi.

Tak hanya itu, virus ini juga dapat ditularkan dengan memakan daging hewan yang terinfeksi yang dimasak tidak cukup matang. Namun demikian, virus tersebut tidak mudah menyebar di antara manusia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan risiko infeksi cacar monyet di Singapura tetap rendah.

Sementara itu, Spesialis Penyakit Menular dari Singapura dr. Leong Hoe Nam, dilansir dari Chanel News Asia menjelaskan, sampai sekarang tidak ada vaksinasi atau pengobatan untuk cacar monyet. Virus flu, misalnya, bertahan sekitar 24 jam pada permukaan yang keras, 15 menit pada jaringan, dan 5 menit pada tangan. Hal itu juga disebutkan oleh situs web NHS di Inggris.

Itu sebabnya mengapa seseorang perlu mendapatkan suntikan atau vaksin flu berulang karena vaksin yang diberikan tahun lalu, mungkin tidak bekerja pada tahun ini. Sedangkan untuk cacar monyet, masih belum diketahui berapa lama virus itu bisa bertahan di tempat terbuka.

“Virus tersebut seperti kepompong, memiliki selaput yang menutupi itu. Tetapi meskipun terlihat seperti kepompong, selaput itu (bisa) pecah ketika ada kekurangan air, menyebabkan virus mati. Dengan kata lain, cukup mudah untuk membunuh virusnya,” kata dr. Leong.

Bisakah Menular dari Manusia?

Meski dikatakan virus tersebut tidak mudah menyebar di antara manusia tapi kelembaban sangat penting untuk kelangsungan hidup virus monkeypox. Itu sebabnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS, virus dapat menyebar terutama melalui tetesan udara pernapasan selama kontak tatap muka yang berkepanjangan.

Di samping udara pernapasan, baik flu dan monkeypox juga dapat menyebar melalui sentuhan langsung, seperti menjabat tangan orang yang terinfeksi. Dokter Leong mengatakan faktor sentuhan bahkan termasuk berbagi furnitur seperti meja dan kursi pada orang terinfeksi bisa menjadi pemicu penyebaran virus ini.

“Jaga kebersihan tangan Anda. Dan untuk permukaan itu, cairan pembersih tangan dapat melakukan tugas ganda. Jika sedang bepergian dan tidak memiliki tisu antiseptik, Anda dapat menuangkan pembersih tangan antiseptik atau sanitiser ke tangan,” kata dr. Leong.

Gejala Cacar Monyet

Orang yang terinfeksi cacar monyet dapat mengalami gejala awal seperti demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, sakit otot, dan kekurangan energi. Ruam muncul dalam satu hingga tiga hari setelah timbulnya demam. Ini biasanya dimulai di wajah dan akhirnya menyebar ke bagian tubuh yang lain, umumnya di tangan dan telapak kaki.

Pada kasus yang parah, virus juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, sepsis, radang otak, dan kehilangan penglihatan karena infeksi mata. Gejala biasanya berlangsung 14 hingga 21 hari.

WHO menyebutkan sebagian besar kematian terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. Monkeypox hanya dapat didiagnosis di laboratorium khusus dengan sejumlah tes yang berbeda. Sayangnya, saat ini tidak ada perawatan atau vaksin khusus yang tersedia untuk infeksi monkeypox. Namun, vaksin cacar terbukti 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: