Tips Ramadan Ramah Lingkungan, Yuk Lakukan 5 Hal Ini Saat 'Ngabuburit'

TrubusLife
Binsar Marulitua | Followers 0
14 Mei 2019   12:00

Komentar
Tips Ramadan Ramah Lingkungan, Yuk Lakukan 5 Hal Ini Saat 'Ngabuburit'

Sebaiknya momen berbuka puasa tidak dijadikan ajang "balas dendam (Istimewa)

Trubus.id -- Salah satu kegiatan favorit saat puasa adalah menunggu waktu berbuka atau biasa disebut 'ngabuburit.' Tak sedikit orang yang kalap untuk membeli berbagai makanan dan minuman karena dorongan nafsu 'berbuka.' Momen berbuka puasa pun terkadang dijadikan ajang "balas dendam."

Yang tak disadari, kebiasaan membeli makanan berbuka yang berlebihan hanya karena lapar mata ternyata juga berakibat buruk pada lingkungan. Saat membeli makanan atau minuman maka akan semakin banyak sampah yang dihasilkan, baik itu dari kantong plastik, gelas plastik, bungkus kertas, maupun karet.

Untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih namun tetap bisa menikmati takjil atau makanan berbuka kesukaan Anda, berikut beberapa tipsnya. 

1. Selalu gunakan transportasi umum saat bepergian berburu takjil

Menggunakan transportasi umum dapat membantu untuk mengurangi tingkat polusi. Selain mengurangi polusi, naik transportasi umum juga dapat menghemat bahan bakar, apalagi saat ini ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil masih sangat tinggi. 

2. Bawa wadah sendiri saat beli takjil

Segelas kolak hangat atau es buah segar dalam cup plastik memang praktis untuk berbuka puasa. Anda tinggal membelinya kemudian dibawa pulang atau untuk berbuka di jalan saat tak sempat. 

Anda pasti sudah sering membaca berita mengenai sampah plastik yang semakin lama terus menjadi masalah besar di dunia, terutama karena sebagian besar sampah tersebut berakhir di lautan.

Bayangkan selama 30 hari Anda tidak membeli takjil berkemasan cup plastik. Hal ini berarti ada 30 sampah cup plastik yang bisa dikurangi oleh satu orang. Kalikan saja berapa banyak yang membeli takjil tersebut. 

Untuk menghindari sampah-sampah plastik dan cup plastik dari takjil, gunakan wadah sendiri seperti mangkok atau gelas Anda sendiri dari rumah. Selain bisa mengurangi sampah plastik, Anda juga bisa menjamin kebersihan wadah yang dibawa sendiri. 

3. Tetap hindari penggunaan produk makanan styrofoam sebagai prioritas

Kalau Anda  mengadakan buka bersama, baik itu dengan teman-teman, keluarga, maupun untuk kegiatan amal, usahakan untuk tidak menyedakan nasi kotak atau nasi bungkus. Sebaiknya, sediakan makananmu dalam bentuk prasmanan.

Seringkali, nasi kotak disajikan dalam styrofoam. Padahal, styrofoam membutuhkan waktu 500 tahun agar bisa terurai dan menyebabkan masalah karena sering termakan oleh hewan-hewan liar.

Menyediakan makanan dalam wadah sekali pakai yang tinggal buang lebih mudah dan praktis, tap ternyata, cara ini memberikan dampak buruk pada lingkungan.

Hindari membuang-buang makanan saat berbuka puasa. Selain mubazir dan menjadi tanda kamu tidak mensyukuri makanan tersebut, membuang makanan juga memberikan dampak buruk pada lingkungan.

Contohnya di Rusia, setiap tahunnya sungai Volga dikotori oleh sampah makanan yang menghasilkan 3,3 miliar ton gas rumah kaca yang merusak lapisan ozon.

4. Ganti camilan manis dengan buah-buahan

Meskipun kolak sangat enak dan sayang dilewatkan, baiknya jangan terlalu sering mengonsumsinya. Bila dihitung mungkin kadar gula dalam kolak sudah lebih dari yang kita butuhkan. 

Demi alasan kesehatan dan juga mengurangi sampah, gantilah takjil manis ini dengan asupan buah-buahan. 

Dari sudut pandang zero waste, mengganti camilan-camilan manis terutama berkemasan dengan buah-buahan akan menghindari produksi sampah. Dari sudut pandang kesehatan, tentunya lebih banyak mengonsumsi buah-buahan jauh lebih baik karena kadar gula alami bagus untuk kesehatan.


5. Pilih kurma dengan kemasan ramah lingkungan

Masih berkaitan dengan takjil dan camilan, jangan lupa sediakan kurma. Mengonsumsi kurma saat berbuka dan juga sahur adalah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Dari sudut pandang zero waste, mengonsumsi kurma sebagai pengganti camilan akan meminimalisir produksi sampah. Pilih kurma dalam kemasan dus, ukuran dus atau jumlah kurma sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk satu keluarga besar, pilih kemasan dus kurma yang besar, jangan yang kecil-kecil. Selain biasanya lebih murah, juga menghindari penumpukan sampah. 

Dari sudut pandang kesehatan, mengonsumsi kurma apalagi untuk berbuka dan penutup sahur juga sangat baik untuk tubuh. 

Ada juga tips untuk mengonsumsi air rendaman kurma (air nabeez), yakni kurma direndam selama 12 jam sebelum diminum airnya, dan kurma rendamannya juga bisa dimakan.

Bagaimana, Anda siap untuk mengikuti tips Ramadhan ramah lingkungan ini?  Yuk, jadikan momen Ramadan tahun ini untuk menjalani hidup yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Cindy Tanaka 14 Mei 2019 - 12:03

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi WWWoKELINCIPOKER99oME

Artikel Terkait

Setop Hitung Kalori Saat Berdiet

Thomas Aquinus   Health & Beauty
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: