Terdeteksi di Singapura, Pengidap Pertama Virus Mongkeypox Dirawat Isolasi

TrubusLife
Binsar Marulitua
11 Mei 2019   17:00 WIB

Komentar
Terdeteksi di Singapura,  Pengidap Pertama Virus Mongkeypox Dirawat Isolasi

Gejala yang ditimbulkan akibat cacar monyet. (The Asian Parent)

Trubus.id -- Pemerintah Singapura mengonfirmasi kasus infeksi penyakit "Monkeypox" atau cacar monyet pertama. Penyakit langka ini dibawa seorang warga Nigeria berusia 38 tahun yang tiba di Kota Singa tersebut pada 28 April lalu.

“Pasien itu adalah seorang Nigeria berusia 38 tahun yang tiba pada 28 April dan dinyatakan positif terkena virus pada 8 Mei,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam keterangan tertulis, Kamis (9/5) lalu. 

Dia berada dalam kondisi stabil di bangsal isolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID), tambah kementerian itu. Instansi Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan ini adalah kasus cacar monyet pertama di Singapura. 

Cacar jenis ini adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia dari hewan terutama di Afrika tengah dan barat. Ini terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus.

"Pasien melaporkan bahwa sebelum kedatangannya di Singapura, dia telah menghadiri pernikahan di Nigeria, di mana dia mungkin telah mengkonsumsi daging semak, yang bisa menjadi sumber penularan virus cacar monyet," kata Kemenkes Singapura dalam pernyataannya, yang dikutip dari Channel News Asia, Jumat (10/5).

Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi dari kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan yang terinfeksi, lesi kulit dari orang yang terinfeksi atau benda yang baru-baru ini terkontaminasi oleh cairan pasien.

Gejala cacar monyet termasuk demam, sakit, pembengkakan kelenjar getah bening dan ruam kulit. Ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian dalam beberapa kasus.

Sementara pria yang terinfesi itu telah tinggal di wilayah Geylang sebelum ia dirawat di rumah sakit. Dia juga menghadiri seminar di 3 Church Street pada 29 April dan 30 April.

Pada 30 April, ia mengalami demam, sakit otot, kedinginan, dan ruam kulit. Pihak kementerian menambahkan bahwa pria itu mengatakan ia tetap berada di kamar hotelnya sebagian besar antara 1 dan 7 Mei.

Dia dibawa ke Rumah Sakit Tan Tock Seng dengan ambulans pada 7 Mei, dan dirujuk ke NCID pada hari yang sama. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: