Hati-hati, Kena Heat Stroke Saat Puasa Bisa Menyebabkan Kematian

TrubusLife
Diah Fauziah
10 Mei 2019   16:30 WIB

Komentar
Hati-hati, Kena Heat Stroke Saat Puasa Bisa Menyebabkan Kematian

Ilustrasi. (Medical News Today)

Trubus.id -- Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan seperti biasanya. Maka dari itu, bisa menyebabkan dehidrasi.

Dehidrasi yang dialami seseorang ketika berpuasa akan tambah parah apabila cuaca di sekitar sangat panas. Bagaimana pun, tubuh manusia tidak bisa menerima panas yang berlebihan. Normalnya, suhu tubuh manusia berkisar 37 derajat Celsius.

"Saat suhu tubuh seseorang meningkat, akan direspons dengan membuangnya," kata Jonathan Samet, dekan di Colorado School of Public Health kepada Science News.

Baca Lainnya : Bagaimana Puasa Memengaruhi Tubuh?

Ada beberapa cara yang dilakukan oleh tubuh untuk membuang panas. Salah satunya melalui pembuluh darah di bawah kulit. Saat suhu panas dibuang melalui pembuluh darah, jantung akan berdetak lebih kencang. Maka, aliran darah dalam jumlah besar menuju kulit, mengalirkan panas dari darah ke kulit. Dilepaskan melalui keringat yang keluar dari tubuh.

"Jika suhu lingkungan lebih besar dari tubuh, panas tidak dapat keluar lewat kulit. Dan, ketika kelembapan di lingkungan tinggi, keringat tidak bisa mendinginkan tubuh," jelas Jonathan.

Baca Lainnya : Puasa dengan Diabetes, Bagaimana Caranya?

Apabila tubuh terpapar panas terus-menerus, akan muncul gejala heat exhaustion. Tandanya ialah lemas, pusing dan mual. Jika berlangsung dalam waktu lama, bisa menyebabkan heat stroke. Kondisi suhu tubuh yang meningkat dalam waktu cepat, namun tubuh tidak bisa mendinginkan diri.

Akibatnya, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celsius. Apabila tidak ditangani segera, heat stroke bisa menyebkan pingsan, koma dan juga kematian. [DF]

 

 

 

  

 
Beberapa kalangan rentan mengalami ini dibanding yang lainnya. Salah satunya adalah manula, karena mereka memiliki kelenjar keringat yang lebih sedikit. Begitu pula dengan anak-anak yang belum memiliki sistem regulasi panas secara sempurna. Serta ibu hamil yang fokus sistem regulasinya terbagi. Selain itu, orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskuler, dan obesitas juga mengalami masalah untuk mengatur suhu tubuh mereka. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus agar kita dapat menghindari paparan panas berlebih, terutama bagi yang bermukim di kawasan kota besar berpolusi dengan suhu tinggi, seperti Jakarta. Kita perlu menjaga aktivitas agar tidak terpapar panas secara berlebihan serta memperhatikan kebutuhan air untuk menghindari dehidrasi, terutama selama berpuasa.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: