Mulai Tahun 2025, Norwegia Larang Peternakan Hewan Penghasil Bulu

TrubusLife
Syahroni
17 April 2019   21:00 WIB

Komentar
Mulai Tahun 2025, Norwegia Larang Peternakan Hewan Penghasil Bulu

Rubah Antartika penghasil bulu yang bernilai ekonomi tinggi. (Change.org)

Trubus.id -- Kecaman terhadap penggunaan bulu hewan sebagai bahan pakaian masih terus disuarakan organisasi pelindung satwa di seluruh penjuru dunia. Langkah menutup peternakan penghasil bulu hewan pun terus diperjuangkan.

Di Norwegia sendiri hal sama tengah diupayakan. Bahkan Pemerintah Norwegia sudah berencana untuk melarang peternakan bulu mulai tahun 2025 mendatang. Norwegia sendiri merupakan salah satu negara penghasil bulu hewan di dunia. Dilansir dari AFP, menurut organisasi Norges Pelsdyralslag, industri peternakan bulu di Norwegia mempekerjakan sekitar 500 orang dan memiliki nilai penjualan tahunan mencapai 300 juta kroner atau sekitar Rp498 miliar. 

Baca Lainnya : Satu Lagi Rumah Mode Dunia Setop Gunakan Bulu Hewan

Peternakan bulu Norwegia telah menyumbang sekitar satu persen dari produksi bulu hewan dunia, serta dua hingga tiga persen untuk produksi bulu rubah.

Untuk itu, langkah menutup peternakan bulu hewan di negara itu akan cukup panjang. Namun sebuah rancangan undang-undang telah diajukan kepada parlemen, Rabu (10/4) lalu. Dalam rancangan undang-undang ini, usaha peternakan dengan tujuan membunuh hewan ternak demi diambil bulunya untuk dijual atau tujuan lainnya dianggap sebagai tindakan ilegal. 

Usulan pelarangan peternakan bulu itu sebagai hasil kesepakatan yang dicapai pada Januari 2018 lalu antara pemerintah sayap kanan bersama Partai Liberal, yang mendesak dibuatnya undang-undang tersebut. Sebagian besar pelaku usaha peternakan bulu mengaku setuju dengan rencana pembongkaran secara bertahap untuk industri mereka. 

Baca Lainnya : Lika-liku Kota Mode Los Angeles Melarang Fashion dari Bulu Hewan

Namun yang menjadi permasalahan kini adalah rencana besaran kompensasi yang ditawarkan pemerintah kepada para peternak. 

"Mereka menawarkan memberi kami beberapa kroner, yang jauh dari kompensasi untuk rencana pembongkaran pertanian," ujar Guri Wormdahl, juru bicara organisasi peternak bulu Norges Pelsdyralslag.

"Cara bagaimana hal itu direncanakan hanya akan membuat para petani langsung bangkrut," tambahnya, dikutip AFP. 

Dilansir AFP, pemerintah memperkirakan mereka harus menyiapkan sekitar 500 juta kroner atau sekitar Rp831 miliar untuk kompensasi kepada para peternak atas pembongkaran atau perubahan bisnis mereka. [RN]


 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Sehat dan Lepas Stres dengan Menanam Buah di Pekarangan

Health & Beauty   28 Agu 2020 - 10:08 WIB
Bagikan: