Ada Puting Beliung di Penang, Ini Sebabnya

TrubusLife
Diah Fauziah
03 April 2019   11:00 WIB

Komentar
Ada Puting Beliung di Penang, Ini Sebabnya

Puting beliung yang terjadi di Tanjung Tokong, Penang, Malaysia, pada Senin (1/4) lalu menghancurkan setidaknya 50 rumah. (Reuters/ERIC DE SMET via channelnewsasia)

Trubus.id -- Pada Senin (1/4) lalu, puting beliung yang terjadi di Penang, Malaysia, telah menghancurkan 50 rumah di tiga desa di Tanjung Tokong.

Menurut Prof H.S. Lim, Wakil Dekan Universiti Sains Malaysia School of Physics, fenomena itu terjadi karena udara di atas laut lebih hangat daripada daratan di siang hari.

"Udara hangat dan lembap merupakan kunci untuk pembentukan puting beliung," kata Lim, kepada The Star.

Baca Lainnya : Langka, Beberapa Puting Beliung Terlihat di Laut Andaman

"Udara hangat yang naik dengan cepat, membentuk garis-garis awan rendah menjulang tinggi yang disebut awan kumulus," lanjutnya.

Kekuatan puting beliung yang besar, diperkirakan Lim karena perubahan iklim. Ia juga mengatakan jika puting beliung akan terjadi selama musim transisi yang biasa terjadi pada Maret dan April.

"Rotasi akan dimulai ketika udara bertemu di kolom meningkatnya air hangat. Meskipun puting beliung dicirikan sebagai tornado, biasanya mati ketika bergerak dari air ke darat karena akan kehilangan energinya yang berupa air hangat," beber Lim.

Baca Lainnya : Fakta Baru, Terbentuknya Tornado Tidak Seperti yang Kita Kira Selama Ini

Ukuran puting beliung tergantung kekuatan angin.

"Kemungkinan terjadinya puting beliung akan lebih tinggi ketika ada badai," kata ahli biologi kelautan Universiti Sains Malaysia School of Physics, Prof Dr Zulfigar Yasin. [DF]

 

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: