Deteksi Keringat Manusia, Cara Aedes Aegypti Menyebarkan Demam Berdarah dan Zika

TrubusLife
Diah Fauziah
29 Mar 2019   14:00 WIB

Komentar
Deteksi Keringat Manusia, Cara Aedes Aegypti Menyebarkan Demam Berdarah dan Zika

Ilustrasi. (Pixabay)

Trubus.id -- Peneliti di Florida International University telah mengetahui jika nyamuk Aedes aegypti tertarik pada asam laktat di keringat manusia. Aedes aegypti merupakan nyamuk yang menyebarkan penyakit berbahaya seperti zika, demam berdarah dan juga demam kuning.

"Kami telah menemukan reseptor penciuman yang memungkinkan nyamuk pembawa penyakit mematikan mendeteksi bau manusia," kata Matthew DeGennaro, peneliti yang juga ahli biologi.

Baca Lainnya : Demam Berdarah Diprediksi Jadi Wabah di Olimpade 2020 di Jepang

Matthew mengidentifikasi reseptor bersalah sebagai Ionotropic Receptor 8a atau hanya IR8a melalui proses eliminasi yang dimulai pada tahun 2013 ketika ia menciptakan menciptakan nyamuk mutan pertama di dunia.

"Orang-orang telah mencari reseptor untuk asam laktat sejak tahun 1960-an," jelasnya kepada AFP.

Baca Lainnya : Antibodi Ibu Ganggu Respon Bayi Terhadap Vaksinasi Demam Berdarah

"Temuan ini dapat menawarkan jalan keluar untuk membuat nyamuk tidak tertarik keringat manusia. Walaupun mungkin, hal tersebut masih lama," jelasnya.

Zika merupakan penyakit demam berdarah yang mengancam manusia ketika iklim menghangat. Penelitan ini diterbitkan di jurnal Current Biology pada Kamis (28/3) kemarin. [DF]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

4 Tips Melindungi Anak dari Kejahatan Seksual

Health & Beauty   02 Juli 2020 - 17:38 WIB
Bagikan:          
Bagikan: