Perubahan Iklim, Penyebab Banjir Terbesar dalam Sejarah di Nebraska

TrubusLife
Diah Fauziah
19 Mar 2019   21:00 WIB

Komentar
Perubahan Iklim, Penyebab Banjir Terbesar dalam Sejarah di Nebraska

Banjir yang terjadi di Nebraska, Amerika Serikat, merupakan yang terburuk sepanjang sejarah. (Omaha World-Herald)

Trubus.id -- Banjir besar di Midwest telah membuat negara bagian di Amerika Serikat seperti Nebraska, Iowa dan Wisconsin menyatakan keadaan darurat. Jika pemanasan laut terus berlanjut, ada kemungkinan jika banjir dan badan ini akan bertambah buruk.

Profesor Michael Mann, direktur Penn State Earth System Science Center, mengatakan kepada Newsweek bahwa jenis badai yang terlihat di Midwest memberikan banyak kelembapan dan energi dari Teluk Meksiko.

Saat lautan yang terus menghangat dan udara dingin dari Kutub Utara bergabung, Michael mengatakan jika itulah yang menciptakan badai hebat.

Baca Lainnya : Rekor Banjir Landa Negara Bagian Amerika Serikat, Debit Sungai Meningkat Cepat

“Seperti Nor'easters klasik, sistem badai ini memperoleh energinya sebagian dari udara lembap yang hangat dari laut. Kita berbicara tentang suhu permukaan laut Teluk Meksiko yang sangat hangat, memberikan badai dengan banyak kelembapan dan energi. Saat lautan terus menghangat, kami mengharapkan kontras yang lebih besar antara massa udara Arktik dingin dan lautan hangat yang ditemui. Perbedaan suhu adalah bagian dari apa yang mendorong badai midlatitude tipikal," beber Michael.

Ia melanjutkan, "Energi ekstra dari kelembapan teluk dan curah hujan yang besar bisa menyebabkan banjir ekstrem karena salju juga ikut meleleh."

Menurutnya, badai semacam ini akan terus berdampak ke Amerika Serikat dan menyebabkan banjir parah.

Baca Lainnya : Banjir Sungai Amazon Meningkat Drastis dalam 100 Tahun Terakhir 

"Ada bukti bahwa perubahan iklim meningkatkan faktor-faktor mendasar ini, di mana curah hujan sangat besar," bebernya.

"Jika kita terus membiarkan pemanasan global karena pembakaran bahan bakar fosil dan aktivtas manusia lainnya, tidak diragukan lagi akan terjadi peristiwa yang lebih ekstrem dari ini," tuturnya. [DF]

 


 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: