Polusi Udara Kini Lebih Banyak Membunuh Dibanding Rokok

TrubusLife
Karmin Winarta | Followers 0
18 Mar 2019   18:30

Komentar
Polusi Udara Kini Lebih Banyak Membunuh Dibanding Rokok

Kota dengan polusinya (AJ Nakasone)

Trubus.id -- Selama ini rokok dianggap salah satu penyebab penyakit yang mampu membunuh . Namun ternyata temuan baru ini mengungkapkan hal yang lebih mengerikan. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Heart Journal mengungkap fakta, polusi udara bertanggung jawab atas hampir 9 juta kematian prematur setiap tahun. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari jumlah yang diperkirakan sebelumnya.

Penelitian terbaru ini dipimpin Max Planck Institute for Chemistry.

Studi sebelumnya memperkirakan jumlah kematian secara global adalah 4,5 juta, namun, pendekatan baru telah menunjukkan, polusi udara bisa menyebabkan 8,8 juta kematian tambahan. Di Eropa saja,  sekitar 790.000 orang meninggal karena kualitas udara yang buruk.

Baca Lainnya: Sejak Dalam Kandungan, Balita Sudah Terpapar Polusi Udara

"Polusi udara menyebabkan lebih banyak kematian tambahan daripada merokok, yang diperkirakan Organisasi Kesehatan Dunia bertanggung jawab atas 7,2 juta kematian tambahan pada tahun 2015," kata Profesor Thomas Münzel, dari Departemen Kardiologi di Pusat Medis Universitas Mainz di Jerman.

"Merokok itu bisa dihindari tetapi polusi udara tidak."

Jadi, mengapa statistik baru ini sangat bervariasi dari perkiraan sebelumnya? Metode baru yang dipakai meliha dari berbagai sisi masalah dengan menggabungkan data tingkat polusi udara di berbagai negara, dampak kesehatannya dan berbagai faktor yang berkaitan dengan populasi yang diteliti, seperti kepadatan populasi, usia, dan perawatan kesehatan.

40 hingga 80 persen kematian di Eropa terkait dengan penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Polusi udara dapat mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah melalui beberapa cara, terutama dengan merusak dinding pembuluh darah dan menyempitkan.  

Baca Lainnya: Balita yang Terpapar Polusi Udara Bisa Idap Pneumonia dan Leukimia

Polusi udara ini berupa partikel mikroskopis, yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau 0,0025 milimeter ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan memasuki sistem peredaran darah. Polusi udara yang berbahaya ini dikeluarkan selama pembakaran bahan bakar, seperti knalpot kendaraan, pembakaran kayu, pertanian industri, dan pembakaran bahan bakar fosil. Berdasarkan temuan baru ini, tim peneliti menyarankan WHO untuk mengubah pedoman mengenai tingkat polusi udara yang aman.

"Karena sebagian besar partikel dan polutan udara lainnya di Eropa berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, kita perlu segera beralih ke sumber lain untuk menghasilkan energi yang terbarukan," kata Profesor Jos Lelieveld, dari Institut Max Planck untuk Kimia.

"Ketika kita menggunakan energi bersih dan terbarukan, kita tidak hanya memenuhi Perjanjian Paris untuk mengurangi dampak perubahan iklim, kita juga bisa mengurangi tingkat kematian terkait polusi udara di Eropa hingga 55 persen."

  3


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 18 Mar 2019 - 12:07

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BBM : 2B1E7B8

Monica Chandra 18 Mar 2019 - 12:07

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BBM : 2B1E7B8

Monica Chandra 18 Mar 2019 - 12:07

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 BBM : 2B1E7B8

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: