Konsumsi Jamur Ini Bisa Tingkatkan Kreativitasmu Selama Seminggu

TrubusLife
Karmin Winarta | Followers 0
15 Mar 2019   17:30

Komentar
Konsumsi Jamur Ini Bisa Tingkatkan Kreativitasmu Selama Seminggu

Jamu, ilustrasi (Istimewa)

Trubus.id -- Kreativitas adalah salah satu kunci kesuksesan. Namun untuk memacu kreativitas kadang perlu faktor pendukung. Bebera[a orang lebih kreatif ketika sedang jatuh cinta, atau sedang dalam keadaan kepepet.

Bagaimana dengan Trubus Mania, apakah yang bisa memacu kreativitasmu?

Iflscience.com menulis, sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Psychoactive Drugs menguak fakta baru. Sebuah jamur ajaib mampu menyebabkan perluasan kesadaran yang berlangsung hingga satu minggu. Artinya bisa meningkatkan kreativitas seseorang.

Untungnya, hal ini tidak memberi efek kecanduan setelah beberapa jam.  

Secara khusus, para peneliti menemukan, peminum teh yang terbuat dari jamur unik ini menunjukkan peningkatan empati dan pemikiran kreatif selama tujuh hari. Untuk mendapatkan hasil ini, tim memberikan serangkaian tes psikologi kepada peserta sehari sebelumnya, lusa, dan satu minggu setelah mengonsumsi jamur.

Tugas-tugas kognitif dirancang untuk menguji dua aspek kreativitas yang berbeda, yakni pemikiran konvergen dan divergen. Pemikiran konvergen mengacu pada proses penyerapan banyak informasi yang menghasilkan solusi tunggal untuk tantangan yang rumit, sementara pemikiran yang berbeda melibatkan penemuan beragam kemungkinan dari sejumlah kecil informasi.

Menariknya, hasilnya menunjukkan kapasitas peserta untuk berpikir divergen meningkat secara signifikan sehari setelah mengonsumsi jamur, sementara perbaikan dalam pemikiran konvergen hanya terjadi setelah seminggu.

Selain itu, tingkat empati meningkat pesat selama periode ini, dan ini juga berkorelasi dengan peningkatan kepuasan hidup secara umum.

Psilocybin, senyawa aktif dalam jamur ajaib saat ini sedang dipelajari sebagai obat yang potensial untuk depresi. Dalam beberapa percobaan skala kecil telah menghasilkan hal yang sangat positif. Para penulis studi terbaru ini mengatakan, temuan mereka dapat menjelaskan mekanisme di mana psilocybin mampu membantu meringankan penderitaan mental dan emosional.

Dalam sebuah wawancara dengan PsyPost, penulis studi Natasha Mason menjelaskan, orang yang mengidap depresi cenderung menunjukkan penurunan "kreatif, berpikir fleksibel dan empati," dan karena itu cenderung terjebak dalam "pola pikiran negatif dan kompulsif yang berulang dan kaku." 

Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan bagaimana psilocybin, LSD, dan psikedelik lainnya mampu mengubah pola kognisi yang telah mapan dan menghasilkan mode kognisi yang lebih fleksibel yang dapat membantu seseorang untuk keluar dari loop pemikiran negatif ini.

Selain itu, peningkatan kemampuan empatik dapat meningkatkan kemanjuran psikoterapi dengan memungkinkan pasien lebih percaya dan terbuka dengan terapis.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Fransiska Lie 16 Mar 2019 - 11:57

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 silahkan kunjungi www.kelinci99.casino ya BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: