Menu Makanan Anak di Restoran Cepat Saji Makin Asin, Waspadai Bahayanya

TrubusLife
Astri Sofyanti | Followers 0
08 Mar 2019   09:00

Komentar
Menu Makanan Anak di Restoran Cepat Saji Makin Asin, Waspadai Bahayanya

Ilustrasi anak-anak makan makanan di restoran cepat saji (Istimewa)

Trubus.id -- Anak Anda suka sekali mengonsumsi makanan di restoran cepat saji dibanding memakan-makanan masakan sendiri di rumah? Jika iya, sebaiknya mulai selektif dan berhenti menuruti keinginan sang buah hati untuk mengonsumsi makanan dari restoran cepat saji.

Sebuah penelitian yang dilakukan Action on Salt di Inggris mengungkapkan, menu makanan anak yang dijual di restoran cepat saji justru semakin asin. Menu makanan anak pada restoran cepat saji diketahui menggunakan garam melebihi batas anjuran 1,8 gram per sajian untuk anak-anak.
 
Dalam penelitian ini, Action on Salt menganalisis 351 makanan dari 26 outlet restoran. Analisis ini menemukan sekitar 20 persen menu-menu makanan masih memiliki kandungan garam yang sama dibandingkan pada 2015. Sekitar 40 persen menu makanan memiliki kandungan garam yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2015.

Action on Salt juga menemukan 41 persen atau 145 jenis makanan yang dianalisis memiliki kandungan garam yang tinggi. Kandungan garam pada makanan ini melebihi 1,8 gram per sajian.

Salah satu peneliti di Action on Salt mengungkapkan fakta mengejutkan, di mana menu makanan anak di restoran cepat saji kandungan garamnya di atas 1,8 gram per sajian. Salah satu contoh menunya adalah burger ayam dengan kentang goreng garing dan kacang polong panggang dari TGF Fridays yang memiliki kandungan garam 5,3 gram per sajian.

Jumlah garam pada menu anak tersebut hampir menyamai batas rekomendasi garam untuk makanan orang dewasa, yaitu enam gram per sajian.

Action on Salt menilai kandungan garam pada menu makanan anak perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah hingga orang tua. Misalnya, dengan membuat aturan pemberian label peringartan pada menu-menu makanan anak seperti yang sudah dilakukan di kota New York. Label ini dapat membantu orang tua untuk memilihkan opsi makanan yang lebih sehat untuk anak mereka.

Merespon hal tersebut, Profesor di bidang ilmu pengobatan kardiovaskular dari Queen Mary University of London Graham MacGregor menilai pengurangan garam pada makanan merupakan tanggung jawab bersama yang sepatutnya diemban oleh industri makanan, pemerintah dan tiap individu masyarakat.

"Ini cara yang paling cost effective untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat strok dan penyakit jantung," ungkap MacGregor yang juga pimpinan Action on Salt.

Asupan garam untuk anak pada dasarnya sudah diatur dalam berbagai pedoman kesehatan sejak 2003 lalu.

“Batas asupan garam untuk bayi berusia 6 bulan ke bawah adalah kurang dari 1 gram per hari. Sedangkan untuk anak-anak berusia 11 tahun ke atas, batas konsumsi garam maksimal adalah 6 gram per hari,” ujarnya.

Jadi para orangtua sebaiknya membatasi anak Anda untuk makan makanan di restoran cepat saji ya. Anda bisa membuat makanan olahan di rumah dengan berbagai kreasi dan bergizi bagi sang buah hati tercinta.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


jesica oktavia 08 Mar 2019 - 11:19

permisi ya mau numpang promosi bo kelinci99 ada bonus cashback dan bonus deposit harian BBM : 2B1E7B

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: