Rusa Bawean, Si Lincah yang Sulit Ditangkarkan

TrubusLife
| Followers 0
10 Okt 2017   06:00

Komentar
Rusa Bawean, Si Lincah yang Sulit Ditangkarkan

Rusa Bawean di Pusat Penangkaran Rusa Balitbang Inovasi KLHK, Bogor, Jawa Barat. (Foto:Mulvi/ Trubus.id)

Trubus.id -- Terdapat empat jenis rusa yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya Rusa Bawean, hewan kecil nan lincah yang populasinya di alam liar tergolong kritis. Tidak seperti jenis lain, Rusa Bawean sulit ditangkarkan

Seperti yang terlihat di Pusat Penangkaran Rusa Balitbang Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Bogor. Sejak mulai ditangkarkan lima tahun silam, jumlahnya malah menurun.

Peneliti Balitbang Inovasi KLHK, Mariana Takandjandji mengatakan, Rusa Bawean didatangkan dari Kebun Binatang Surabaya pada 2012. Awalnya ada empat ekor, satu diantaranya berjenis kelamin jantan.

"Tadinya ada tiga betina, namun satu mati. Sekarang tinggal dua betina dan satu jantan," kata wanita yang akrab disapa Merry ini, Senin (9/10/2017).

Merry tidak memungkiri, proses penagkaran Rusa Bawean lebih sulit dibandingkan jenis lainnya. Rusa Bawean cenderung sulit beradaptasi dengan lingkungan di luar habitatnya.

Ia pun tidak menapik, proses penangkaran Rusa Bawean di Pusat Penangkaran Rusa Balitbang Inovasi KLHK belum berhasil. Faktanya, memang belum bisa menambah populasi hewan lincah ini.

"Dia lebih kecil dan lincah. Secara teori, satwa yang ukurannya lebih kecil, semakin tinggi tingkat stressnya," tutur Merry.

Rusa Bawean merupakan satu-satunya rusa Indonesia yang statusnya kritis. Data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menunjukan, populasi Rusa Bawean di habitat aslinya tidak lebih dari 305 ekor saja.

Merry menambahkan, Konvensi perdagangan internasional untuk tumbuhan dan satwa liar spesies terancam (CITES) mengkategorikan Rusa Bawean dalam Apendiks I. Artinya, Rusa Bawean dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.

Di Indonesia, perlindungan terhadap Rusa Bawean dilakukan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 199 Tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa.

"Tidak boleh diperdagangkan, sangat dilindungi," kata Merry.

Habitat asli Rusa Bawean berada di Pulau Bawean yang secara administratif masuk ke wilayah Kediri, Jawa Timur. Rusa ini berukuran kecil dengan tinggi sekitar 60-70 sentimeter dan panjang 140 sentimeter.

Secara fisik, Rusa Bawean lebih kecil dibandingkan dua jenis rusa di Indonesia yakni Rusa Sambar dan Timor. Tapi ukurannya masih lebih besar dibandingkan satu jenis rusa endemik Indonesia lainnya, yaitu Rusa Kijang.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Dalam Beberapa Dekade, Serangga Akan Punah

Diah Fauziah   Pet & Animal
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: