Manfaat Pembangunan PLTA Batang Toru Menurut Peneliti

TrubusLife
Karmin Winarta
23 Feb 2019   08:00 WIB

Komentar
Manfaat Pembangunan PLTA Batang Toru Menurut Peneliti

Peneliti Utama Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) (Reza Perdana)

Trubus.id -- Peneliti Utama Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Wanda Kuswanda mengatakan, dalam penelitiannya di Batang Toru selama 15 tahun menunjukan Areal Penggunaan Lain (APL) kawasan Batang Toru bukan merupakan habitat utama Orangutan Tapanuli. 

"Ini hasil analisis populasi penemuan sarang dan sebaran pakan yang lebih banyak pada hutan konservasi maupun hutan lindung," kata Wanda di Medan.

Dijelaskan Wanda, rendahnya populasi orangutan di APL karena kawasan ini telah banyak berubah menjadi lahan perkebunan, pertanian, dan pemukiman masyarakat Tapanuli sejak ratusan tahun yang lalu. Berdasarkan hasil pengamatan yang pernah dilakukan, orangutan di sana sudah banyak yang hidup di ketinggian 600 hingga 900 meter

Baca Lainnya: Dinilai Ancam Lingkungan, Aktivis Tuntut Pembangunan PLTA Batang Toru Dihentikan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan (Tapsel) yang ramah lingkungan, memberikan tiga manfaat besar sekaligus dari sisi energi listrik, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat, Sumatera Utara dan dunia.

"Kelestarian flora dan satwa liar seperti orangutan akan tetap terjaga, karena PLTA Batang Toru telah melaksanakan kajian Environmental and Social Impact Assessment (ESIA)," jelasnya.

Wanda menyebut, selama ini PLTA Batang Toru telah aktif bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, serta stakeholder untuk menjaga kelestarian flora dan fauna. PLTA Batang Toru juga turut aktif dan mengikuti arahan Kementerian LHK, terutama melalui BBKSDA dalam memonitor satwa liar seperti orangutan yang masuk ke APL lokasi pembangunan Batang Toru.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: