Sampah dari Kanada Dibiarkan Membusuk di Filipina, Aktivis Kirim Surat ke Justin Trudeau

TrubusLife
Diah Fauziah
19 Feb 2019   14:30 WIB

Komentar
Sampah dari Kanada Dibiarkan Membusuk di Filipina, Aktivis Kirim Surat ke Justin Trudeau

Ilustrasi limbah sampah. (Pixabay)

Trubus.id -- "Perdana Menteri Justin Trudeau yang terhormat, tolong bersihkan sampah Anda di Filipina. Baunya sangat busuk," itulah pesan para aktivis di Filipina ketika ribuan ton sampah rumah tangga dari Kanada, dibiarkan membusuk di Manila dan Dermaga Subic, Filipina.

Minggu ini, tekanan kepada Pemerintah Kanada terus digencarkan Koalisi EcoWaste Filipina, organisasi lokal yang berjuang melawan limbah asing. Kampanye ini merupakan upaya terbaru untuk memecahkan kebuntuan selama bertahun-tahun atas 77 kontainer sampah berbau, yang berdatangan secara ilegal dari Vancouver, pada 2013. Dan, telah dibiarkan membusuk di galangan kapal sejak itu.

Baca Lainnya : Keren, Kopenhagen Ubah 'Gunung' Sampah Jadi Tempat Main Ski

"Pembuangan limbah dari Kanada ke Filipina sangat tidak bermoral dan ilegal," kata Aileen Lucero, koordinator nasional EcoWaste, dalam sebuah surat terbuka untuk Justin Trudeau pada Rabu (30/1) lalu.

"Skandal itu telah berlangsung lima tahun tanpa resolusi. Meski ada janji dari Pemerintah Kanada untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk pernyataan publik yang Anda buat sendiri sebagai perdana menteri," lanjut Aileen.

Baca Lainnya : Cara Mudah Mengurangi Sampah Plastik dari Rumah 

Greenpeace dan Asosisi Hukum Lingkungan Kanada juga melayangkan surat terbuka kepada Justn Trudeau.

"Justin Trudeau telah berjanji bahwa Kanada akan bertindak dengan cara bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dan, memenuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Basel yang melarang pembuangan limbah ke luar negeri," ujar Kathleen Ruff, direktur kelompok hak asasi manusia, RightOnCanada.

"Kata-kata saja tidak cukup. Para pencinta lingkungan di Kanada dan di seluruh dunia menyerukan kepada Justin Trudeau untuk mengambil tindakan sekarang untuk mengakhiri kesalahan yang memalukan ini," lanjutnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: