Kurang Tidur Bisa Merusak DNA dan Gen Tubuh

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
12 Feb 2019   06:30

Komentar
Kurang Tidur Bisa Merusak DNA dan Gen Tubuh

Ilustrasi insomnia. (.Carilion Living)

Trubus.id -- Kurang tidur dapat merusak DNA dan kemampuan tubuh untuk memperbaikinya. Kemungkinan, mengarah pada penyakit genetik seperti kanker, menurut studi tersebut.

Peneliti dari Universitas Hong Kong meneliti dampak kurang tidur pada dokter lokal. Hasilnya, mereka yang bekerja sif malam, memiliki tingkat kerusakan DNA yang lebih tinggi. Serta tingkat aktivitas gen yang lebih rendah terkait dengan perbaikan DNA. Studi ini adalah menjadi yang pertama untuk meneliti efek pada manusia, terutama pada orang dewasa lebih muda.

"Walaupun studi awal, kami menemukan indikasi bahwa gangguan tidur tidak baik untuk Anda dan juga gen," kata Dr Gordon Wong Tin-chun, profesor di departemen anestesiologi Universitas Hong Kong.

Kerusakan DNA berarti perubahan dalam struktur dasar instruksi genetik untuk pertumbuhan sel dan fungsi dalam organisme. Perubahan ini tidak diperbaiki ketika molekul direplikasi. Menurut Gordon, kerusakan DNA dan kemampuan perbaikan yang lebih rendah dapat membawa implikasi kesehatan yang lebih besar.

"Dapat meningkatkan kemungkinan pengembangan penyakit dari mutasi genetik seperti kanker," katanya.

Jam Tidur 

Penemuan ini mungkin juga berlaku untuk orang-orang dengan pola kerja mirip dengan dokter yang melakukan sif malam tidak teratur. Penelitian yang diterbitkan di jurnal medis Anaesthesia ini mengamati 49 dokter sehat yang bekerja berdasarkan sif dari dua rumah sakit umum setempat.

Sebanyak 24 dokter harus bekerja malam. Per bulan, mereka harus bekerja di sif malam, dari sore hingga pagi hari berikutnya, selama lima hingga enam kali. Sampel darah diambil dari semua peserta setelah tiga hari tidur cukup. Sampel darah tambahan diambil dari mereka yang harus bekerja semalaman. Darah dari responden ini diambil keesokan paginya, setelah kurang tidur.

Para peneliti menemukan bahwa secara umum, dokter yang melakukan sif malam memiliki kerusakan DNA lebih tinggi 30 persen. Selanjutnya, meningkat 25 persen setelah memiliki jam tidur yang kurang. Dokter yang kurang tidur juga memiliki tingkat aktivitas gen yang lebih rendah terkait dengan perbaikan DNA.

Gordon berharap penelitian ini bisa meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat tentang pentingnya tidur.

"Mungkin, Anda harus mempertimbangkan untuk tidak lagi tidur malam. Istirahatlah dengan waktu yang layak," jelasnya.

Jam tidur yang disarankan untuk setiap orang, berbeda. Orang dewasa berusia antara 18 dan 60 tahun membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur per malam, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat. [DF]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Solusi Mengatasi Noda Kopi pada Gigi

Hernawan Nugroho   Health & Beauty
Bagikan: