Awas, Bakteri Beracun Ditemukan di Pantai Singapura

TrubusLife
Diah Fauziah | Followers 0
12 Feb 2019   07:00

Komentar
Awas, Bakteri Beracun Ditemukan di Pantai Singapura

Pantai Changi di Singapura. (NParks)

Trubus.id -- Bakteri beracun, penyebab pemutihan karang dan infeksi luka pada manusia telah ditemukan pada mikroplastik yang diambil dari garis pantai di Singapura antara April dan Juli 2018.

Ilmuwan kelautan di Universitas Nasional Singapura menemukan lebih dari 400 jenis bakteri berbeda pada 275 potong mikroplastik yang dikumpulkan dari tiga pantai di Pulau Lazarus, Pantai Sembawang dan Pantai Changi.

Mikroplastik yang dikumpulkan berukuran lebih dari lima milimeter. Dengan menggunakan sekuensing DNA, proses penentuan urutan nukleotida pada suatu fragmen DNA, para ilmuwan menemukan bakteri Photobacterium rosenbergii yang sering dikaitkan dengan pemutihan karang dan penyakit.

Tim peneliti juga menemukan bakteri Vibrio, penyebab utama infeksi luka pada manusia dan spesies Arcobacter, bakteri yang diketahui menyebabkan gastroenteritis.

Baca Lainnya : Mikroplastik Bisa Masuk ke Rantai Makanan dari Nyamuk

"Karena plastik mikro dikumpulkan dari lokasi yang mudah diakses oleh publik, banyak digunakan untuk rekreasi, menjadi alasan kenapa identifikasi bakteri patogen berperan penting bagi penyebaran penyakit," kata Emily Curren, peneliti yang juga mahasiswi PhD di Institut dan Departemen Studi Biologi di Universitas Nasional Singapura Fakultas Sains.

Menurut Emily, mikroplastik berasal dari garpu, sendok dan sedotan sekali pakai yang memakan waktu ratusan tahun untuk terurai. Mikroplastik yang berupa potongan-potongan kecil plastik menjadi 'kendaraan' bagi bakteri beracun untuk berkembang biak.

Ketika mikroplastik tertelan ikan, para peneliti mengatakan jika bakteri berbahaya itu bisa menemukan cara lain ke rantai makanan untuk kemudian dikonsumsi manusia.

Baca Lainnya : Mikroplastik Menghancurkan Biota Laut

"Mikroplastik membentuk populasi besar di lingkungan laut," jelas Dr. Sandric Leong, pemimpin penelitian dan senior research fellow di NUS Tropical Marine Science Institute.

"Organisme laut dapat mengonsumsi potongan-potongan mikroplastik secara tidak sengaja. Dapat menyebabkan akumulasi dan transfer patogen laut berikutnya dalam rantai makanan," jelas Sandric.

Ia melanjutkan, "Memahami distribusi plastik mikro dan mengidentifikasi organisme yang menyertainya merupakan langkah penting dalam mengelola polusi plastik pada skala nasional dan global." [DF]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Menilik Potensi Kekayaan Sumber Daya Laut Indonesia

Astri Sofyanti   Plant & Nature
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: