Daur Ulang Jadi Solusi Mengatasi Limbah Plastik di Indonesia

TrubusLife
Astri Sofyanti | Followers 0
08 Feb 2019   19:30

Komentar
Daur Ulang Jadi Solusi Mengatasi Limbah Plastik di Indonesia

Daur ulang sampah plastik (Istimewa)

Trubus.id -- Limbah plastik masih menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Plastik merupakan produk serbaguna dengan harganya yang relatif murah serta tahan kelembapan yang tinggi. Karena berbagai kemudahan itulah, seluruh dunia menjadi lebih banyak menghasilkan produk berbahan baku plastik.

Tanpa disadari, produksi yang semakin banyak tersebut ditambah dengan cara penggunaannya yang tidak ramah lingkungan plastik justru berdampak pada rusaknya lingkungan. Untuk itu, manfaat penggunaan plastik juga perlu diimbangi dengan kalkulasi dampak negatif yang dihasilkannya.

Seperti diketahui, kota-kota di dunia menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton per tahun. Bahkan menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah tersebut akan bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025 mendatang.

Baca Lainnya : Kelola Limbah Plastik, Perusahaan Ini Habiskan Rp21 Triliun

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik hingga menerbitkan Perda larangan penggunaan kantong plastik.

Salah satu industri daur ulang yakni Indonesia Plastic Recycles (IPR) menilai, penanganan sampah plastik dapat diatasi dengan baik, melalui pemaksimalan daur ulang di tingkat daerah.

Business Development Director IPR, Ahmad Nuzuludin mengatakan, masalah sampah plastik yang masih terjadi sampai saat ini karena belum terbangunnya perilaku pemilahan sampah organik dan non organik di lapisan masyarakat.

Baca Lainnya : Limbah Plastik Ancam Kesehatan Lingkungan dan Makhluk Hidup di Bumi

"Karena itu, perilaku collecting system harus dibangun di masyarakat lewat adanya bank-bank sampah di tingkat RW atau kelurahan," terang Ahmad di Jakarta, Jumat (8/2).

Diakuinya, ketika sistem pemilihan sampah plastik di daerah sudah terbangun, maka sampah plastik dapat daur ulang dan akhirnya menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat itu sendiri.

Tercatat, jumlah bank sampah yang ada di Indonesia saat ini masih jauh dari kata cukup karena baru ada 2.500 unit bank sampah. Kondisi ini, membuat sampah plastik di berbagai daerah menjadi tidak berguna dan hanya akan berakhir di tumpukan akhir pembuangan.

"Kalau ada 70 ribu kelurahan/desa di Indonesia, maka jumlah bank sampah seharusnya ada 70 ribu. Sehingga collecting system sampah, khususnya sampah plastik berjalan dengan baik, daur ulang meningkat, dan tidak ada lagi sampah kemasan plastik berserakan di sungai atau laut," lanjutnya.

Baca Lainnya : Berkat Inovasi Olah Limbah Plastik, Surabaya Raih Penghargaan The Guangzhou International Award 2018

Dirinya menjelaskan, daur ulang sampah plastik dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, misalnya dijadikan kantong plastik kembali, botol plastik, frame, lensa kacamata dan lain-lainnya.

Menurutnya, dengan menyediakan bank sampah dan pemaksimalan daur ulang sampah plastik, dikatakan Ahmad, hal ini juga dapat menciptakan lapangan kerja di bidang industri daur ulang kantong belanja plastik yang diperkirakan dapat menyerap 528 ribu orang.

"Ini memberikan lapangan kerja, baik di sektor informal maupun formal di industri daur ulang. Kemudian, mengurangi setidaknya 3 ribu ton per bulan kantong plastik yang tertimbun di TPA (tempat pembuangan akhir) dan tercecernya di lingkungan Jabodetabek," ujarnya.

Baca Lainnya : Mengubah Limbah Plastik jadi Bata Trotoar

Untuk itu, IPR berharap agar pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah dapat bersinergi untuk membantu industri daur ulang plastik ini berkembang ke depannya apalagi dengan segala potensi dari sisi penyerapan tenaga kerja dan value-added sampah plastik.

IPR juga berharap agar pemerintah memberikan insentif kepada Pemda yang mendukung pemakaian produk produk daur ulang plastik.

"Dengan melakukan pengelolaan yang sampah yang baik, sampah plastik yang jumlahnya 16 persen dari total sampah dapat diolah kembali dan dimanfaatkan sebagai energi listrik, pupuk, dan bahan baku scrap industri recyling plastik," pungkasnya. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Percepat Rencana, NASA Segera Kembali ke Bulan

Diah Fauziah   Plant & Nature
Bagikan:          
Bagikan: