Tips Memilih Indukan Belut yang Baik Agar Hasil Panen Berkualitas

TrubusLife
Syahroni | Followers 0
02 Feb 2019   21:00

Komentar
Tips Memilih Indukan Belut yang Baik Agar Hasil Panen Berkualitas

Memilih indukan yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan dalam memijah belut. (Trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Keberhasilan memulai usaha budidaya belut tentunya tidak bisa dilepaskan dengan indukan yang berkualitas. M Fajar Fajar Junairiyata (53), pembudidaya belut air jernih di desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Sentul Selatan, Kabupaten Bogor menjelaskan, ada beberapa tips yang harus diperhatikan untuk memilih indukan belut sebelum memulai budidaya.

"Kalau kita cari indukan yang produktif tentu kita carinya yang 3 samapi 6 bulan. Itu yang betinanya. Kalau yang pejantannya 6- 9 bulan gitu," jelas Fajar memberi tips.

Namun sebelum memilih indukan, Fajar menerangkan, faktor utama yang harus diperhatikan adalah kesehatan belut itu sendiri. 

Baca Lainnya : Dulu Belut Sawah Dipancing di Sawah, Kini Sudah Bisa Dibudidayakan di Kolam

"Indukan yang baik itu yang pertama sehat, sehat secara fisik itu tidak terlihat ada tanda tanda serangan penyakit, gerakannya lincah. Tapi ingat, lincah itu bukan seperti ikan atau makluk lain untuk jalan-jalan terus, tidak. Karena belut itu memang secara naluriah binatang yang kalem, yang tenang, yang solitaire. Maka kita tahu kalau belut itu lincah, kalau kita pegang dia cepet untuk meloloskan diri," jelasnya lagi.

Faktor lain yang harus diperhatikan sebelum memilih indukan belut menurut Fajar adalah bentuk fisiknya. Indukan belut yang baik harus memiliki panjang yang proporsional dengan besar tubuhnya.

"Jadi diameternya, kalau belut sawah itu kalau diameternya 1 cm maka panjangnya 20cm. Kemudian kepalanya harus lebih licin dari pada badannya. Kalau badannya lebih besar dari pada kepalanya maka kita golongkan kalau belut itu masih dalam usia yang produktif. Tapi kalau kepalanya nanti sudah lebih besar dari pada badannya, itu yang pertama kemungkinan kalau belut itu kurus, berarti tidak layak kita jadikan indukan." terang Fajar.

Untuk pejantan sendiri, harus dicari yang produktif juga. Induk pejantan berusia 6 sampai 9 bulan bisa dibuat pejantan asal badannya sudah proporsional dan kepalanya lebih besar dibandingkan badannya.

"Untuk pejantanya 50-100 jadi bobotnya 50gr-100gr. Berbrti kalau ditimbang itu rata-rata 10-20 ekor perkilo. Sementara untuk yang betinanya itu kalau untuk bobotnya sekitar 30 gram. Kalau 30gram berarti itu sekitar 20-30an (per kilogram)," papar Fajar.

Fajar melanjutkan, jika kriteria indukan belut sudah diperoleh, langkah lain yang harus dilakukan adalah mempersiapkan media untuk belut memijah. Fajar mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuat lumpur untuk hidup indukan belut. Campurannya antara lumpur yang diaduk dengan gedebong pisang yang sudah dicacah.  

Baca Lainnya : 7 Fakta Menarik Seputar Belut yang Mengejutkan

"Sampai saat ini kita belum bisa membuat belut itu mau memijah di air bening tanpa lumpur. Jadi selama ini kita masih mengandalkan alamnya, walaupun itu bisa saja kita lakukan di media drum atau wadah wadah kecil," terang Fajar. 

Ia memaparkan, untuk pembibitan idealnya satu meter persegi media berisi lumpur diisi satu set indukan. Satu set indukan tersebut bisa terdiri dari satu pejantan dan tiga atau empat betina.

"Kalau pakai drum sebaiknya cukup satu pejantan dua saja indukanya (betina), tapi kalau pakai kolam yang cukup luas, misalnya 5x6 meter tinggal hitung saja 5x6 meter itu ada 30 meter persegi maka indukanya kita bisa tebar disitu sebanyak 30 set indukan. Jadi kalau 30 set indukan itu berarti 30 pejantan dan 3x 30 betinanya," terangnya lagi. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Keren, Ada Kandang Anjing Ramah Lingkungan

Diah Fauziah   Pet & Animal
Bagikan:          
Bagikan: