Amerika Membeku, Australia Diterjang Gelombang Panas

TrubusLife
Binsar Marulitua | Followers 0
02 Feb 2019   08:00

Komentar
Amerika Membeku, Australia Diterjang Gelombang Panas

Cuaca dingin ekstrem tengah melanda AS. (USA Today)

Trubus.id -- Penduduk Amerika Serikat (AS) terus berjuang untuk keluar dari tekanan suhu dingin yang telah merengut puluhan nyawa dan melumpuhkan aspek vital kota. Perjuangan yang sama juga dilakukan oleh warga Australia, kendati cuaca ekstrem malah membuat gelombang panas berkepanjangan.

Data yang dirilis Biro Meteorologi (BOM) mengumumkan, suhu panas Australia pada Januari 2019 adalah cuaca panas yang tidak pernah terjadi semenjak dimulainya pencatatan suhu udara pada 1910. Pada Jumat (1/2) kemarin dilaporkan, suhu rata-rata Januari untuk keseluruhan Australia untuk pertama kalinya melebihi 30 derajat Celsius.

Suhu di delapan negara bagian Australia semakin meningkat. Bahkan, jalan aspal di Australia bahkan sampai meleleh, infrastruktur rusak,  banyak ikan hingga hewan lain mati. Cuaca ekstrem gelombang panas juga menyebabkan  hutan dan semak kering terbakar, ketika AS dilanda suhu dingin yang amat sangat akibat fenomena polar vortex.

Baca Lainnya : Cuaca Panas di Australia, Lelehkan Aspal Hingga Bunuh Jutaan Hewan

Dua belas peringatan kebakaran hutan diberlakukan untuk negara bagian, dan Huon Highway yang menghubungkan Hobart ke Tasmania selatan, sebagian ditutup.

Pekan lalu, suhu kota Adelaide mencapai 46,6 derajat celcius, memecahkan rekor terpanas pada 1939. Bukan hanya Australia, Selandia Baru juga mengalami gelombang panas ekstrem. Layanan kereta api di Wellington dihentikan pada Selasa malam setelah suhu tinggi mematikan jaringan transportasi.

New Zealand Herald melaporkan suhu di Pulau Selatan Selandia Baru mencapai puncak pada hari Kamis kemarin, dengan Cheviot mencapai 36,1 derajat celsius, suhu terpanas Selandia Baru musim panas ini, Pukaki (Gunung Cook) mencapai 34,8 derajat celsius, Hurunui 34,4 derajat celsius dan Masterton mencapai 32,7 derajat celsius.

Meteorologi Selandia Baru (MetService), Hannah Moes, mengatakan pusat-pusat utama hari ini, Jumat 1 Februari, memperkirakan Blenheim di Pulau Selatan pada 34 derajat celsius, dan Masterton di Pulau Utara pada 33 derajat celsius. Tetapi masih banyak lagi tempat yang berada di atas 30 derajat celsius, gelombang panas yang telah dialami Selandia Baru sejak panas bermula pada hari Minggu kemarin.

Baca Lainnya : Sumber Air Kering Karena Gelombang Panas, Puluhan Kuda Liar di Australia Tewas

Cuaca panas berdampak pada tubuh. Pada suhu di atas 40 derajat celsius, tubuh manusia mulai mengalami dehidrasi akut. Ketika melebihi 41 derajat celsius, tubuh mulai lemas. Pemerintah menyarankan kepada penduduk untuk tetap di dalam rumah selama jam-jam terpanas dan mengurangi seminimal mungkin aktivitas berat, serta tetap terhidrasi.

Michael Grose, peneliti senior dari CSIRO Climate Science Center, menyebut salah satu skenario terburuk cuaca ektrem bahwa Adelaide bisa dilanda panas selama 22 hari setiap tahun pada 2020.

"Bahkan jika kebijakan emisi rendah diterapkan, skenario terburuk suhu panas tersebut akan terjadi," katanya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Percepat Rencana, NASA Segera Kembali ke Bulan

Diah Fauziah   Plant & Nature
Bagikan:          
Bagikan: