Perempuan Ini Korbankan Hidupnya untuk Merawat 1800 Ekor Sapi Terlantar di India

TrubusLife
Karmin Winarta
30 Jan 2019   07:00 WIB

Komentar
Perempuan Ini Korbankan Hidupnya untuk Merawat 1800 Ekor Sapi Terlantar di India

Friederike Irina Bruning, penyelamat sapi di India (ANI)

Trubus.id -- Di India, sapi adalah hewan suci. Namun beberapa orang di India menelantarkan sapi mereka ketika sapi-sapi tersebut sudah tak lagi menghasilkan susu. Karena itu banyak sapi-sapi yang tak terurus berkeliaran di jalanan. Sapi-sapi itu menjadi gelandangan. Kesejahteraan mereka diabaikan.

Melihat kondisi itu, hati seorang perempuan dari Jerman bernama Friederike Irina Bruning pun tergerak untuk menyelamatkan mereka. Perempuan berusia 61 tahun ini kemudian membuat tempat penampungan untuk merawat sapi-sapi gelandangan ini.

Tak hanya menyediakan tempat bernaung dari terik panas dan derasnya hujan, Bruning juga merawat dan mengobati luka-luka mereka. Bruning sendiri mulai menjalankan tugas mulia ini sejak sejak 25 tahun yang lalu.

Karena upayanya yang tak henti untuk meningkatkan kesejahteraan hewan, ia dianugerahi penghargaan Padma Shri dari pememrintah India. Patut diketahui, penghargaan ini merupakan penghargaan kehormatan sipil tertinggi keempat di negara tersebut.

Kisah perjuangan Bruning menyejahterakan sapi terlantar ini sendiri dimulai saat ia menjejakkan kakinya di India sebagai turis pada tahun 1978 silam. Begitu tiba di India ia melihat banyak sapi yang terlantar dengan kondisi yang mengenaskan. Sejak saat itulah ia menyadari tujuan hidupnya adalah merawat sapi yang terlantar dan terabaikan itu.

Oleh warga setempat, Bruning dipanggil Sudevi Mataji yang artinya perawat sapi-sapi yang membutuhkan. Dengan seluruh tabungannya ia mendirikan tempat penampungan dan mempekerjakan orang-orang untuk menyelamatkan sapi. 

Dua puluh tahun kemudian, tempat penampungan sapi yang ia bangun telah mempekerjakan 60 orang. Ia juga harus mengeluarkan jutaan rupiah untuk membayar pekerja, membeli makanan dan obat-obatan untuk sapi-sapi di tempat penampungannya.

Dia memanfaatkan uang peninggalan orangtuanya untuk menyiapkan penampungan ini. Bahkan dia juga telah membangun kandang khusus untuk sapi yang buta atau terluka dan membutuhkan perhatian khusus.

Meski sudah berjuang sangat keras menyelamatkan hewan suci masyarakat India ini, namun sampai sekarang ia belum menjadi warga negara India. Ia masih harus mengurus visa dan memperbaruhinya setiap tahun. Padahal dia tak ada niat untuk meninggalkan India karena sapi-sapi itu telah dianggap sebagai anak-anaknya, keluarganya.

Kepada Times of India, pekerja sosial ini mengatakan, dia berterima kasih kepada pemerintah India karena telah mengakui pekerjaannya dengan memberikan penghargaan. Ia berharap orang lain juga akan terinspirasi oleh kegiatannya dalam menyelamatkan sapi hingga saat ini jumlah sapi yang ada di rumah penampungan sudah mencapai 1800 ekor. [KW]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: