Wabah DBD Kian Meluas, Warga Diimbau Berantas Sarang Nyamuk

TrubusLife
Astri Sofyanti
27 Jan 2019   21:00 WIB

Komentar
Wabah DBD Kian Meluas, Warga Diimbau Berantas Sarang Nyamuk

ilustrasi nyamuk Aedes aegypti. (Istimewa)

Trubus.id -- Saat musim hujan, wabah demam berdarah dengue (DBD) menjadi ancaman bagi masyarakat. Sejak awal Januari, banyak ditemukan kasus DBD di berbagai daerah di Indonesia.

Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebanyak 20 warganya terjangkit DBD. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Banyumas, Sadiyanto, meminta agar petugas puskesmas meningkatkan kewaspadaannya.

"Terutama petugas promotor kesehatan (promkes) dan epidemologi, harus lebih aktif di tengah masyarakat, mengajak mereka melakukan pemberantasan sarang nyamuk," kata Sadiyanto di Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (27/1).

Baca Lainnya : Demam Berdarah Diprediksi Jadi Wabah di Olimpade 2020 di Jepang

"Petugas epidemologi harus cepat memberikan laporan pada Dinas Kesehatan apabila menemukan kasus DBD di satu wilayah agar bisa dilakukan tindakan untuk mencegah penyebaran penyakit," sambungnya.

20 warga yang terjangkit DBD masih bisa diatasi. Tidak ada pasien yang mengalami gejala DBD cukup parah karena langsung ditangani rumah sakit.

"Hingga sekarang, petugas sudah melakukan fogging di empat wilayah. Ada yang di-fogging satu kali, ada juga yang dua kali. Kami melakukan fogging tidak asal-asalan, ada prosedurnya," kata Sadiyanto.

Baca Lainnya : Wabah DBD Merebak, Waspadai Demam Tinggi Mendadak

Fogging dilakukan apabila di satu daerah, ada warga yang dipastikan terjangkit DBD. Fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa yang bisa menyebarkan penyakit DBD.

"Pada dasarnya, bahan dasar yang digunakan untuk fogging itu racun untuk membunuh nyamuk. Karena itu, fogging tidak bisa sembarangan dilakukan," tambahnya. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: