Kecantikan Kulit Ular Sanca Indonesia Jadi Incaran Fashion Dunia

TrubusLife
Karmin Winarta
26 Jan 2019   09:00 WIB

Komentar
Kecantikan Kulit Ular Sanca Indonesia Jadi Incaran Fashion Dunia

Ular sanca atau piton (Pixabay)

Trubus.id -- Ular phyton atau sanca hidup tersebar di Afrika, Asia dan Australia. Ular ini terdiri dari 40 spesies dan beberapa spesies merupakan ular terpanjang di dunia. Ular sanca dianggap tak beracun, padahal sampai kadar tertentu, air liurnya mengandung racun.

Berbeda dengan ular sanca di negara-negara lain, ular sanca Indonesia mempunyai motif kulit yang beragam. Inilah yang menjadi salah satu sebab ular sanca Indonesia menjadi incaran pasar fashion dunia. 

Hal ini dikatakan oleh peneliti zoologi bidang herpetofauna Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Evy Arida di Jakarta. 

Baca Lainnya: Dua Ekor Ular Sanca Gegerkan Warga Surabaya

 “Motif kulit ular sanca Indonesia memiliki variasi yang menarik dan produksinya dapat memenuhi kebutuhan pasar fashion di luar negeri,” kata Evy.

Namun ejumlah ular piton di Indonesia sudah masuk dalam Apendiks 2 Konvensi Perdagangan Internasional untuk Spesies-spesies Flora dan Satwa Liar (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora/CITES). Artinya perdagangan ular sanca yang kulitnya eksotis ini diatur dengan sistem kuota. 

Menurutnya, selama masih ada kuota perdagangan, suatu jenis satwa masih aman diperdagangkan. Hanya tinggal bagaimana pengawasan peredaran satwanya sebagai komoditas.

Baca Lainnya: Komunitas Reptile Cilegon Serahkan Ular Sanca ke BBKSDA Serang

Beberapa ular sanca yang mempunyai kulit eksotis itu adalah Sanca kembang atau sanca batik atau disebut juga sanca timur laut . Ular ini  berukuran besar dan memiliki ukuran tubuh terpanjang di antara ular lain. 

Selain itu ada Sanca bodo (Python bivittatus). Awalnya, ular ini adalah anak jenis dari Python molurus (Sanca India). Namun sekarang, dijadikan spesies tersendiri. Nama umum ular ini adalah sanca bodo, sanca myanmar, ula sawa bodo, dan sebagainya;

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Begini Cara Tepat Hindari Kontaminasi Bakteri Pada Tanaman Tomat

Plant & Nature   19 Okt 2020 - 18:04 WIB
Bagikan:          
Bagikan: