Wabah DBD Merebak, Waspadai Demam Tinggi Mendadak

TrubusLife
Astri Sofyanti
24 Jan 2019   19:30 WIB

Komentar
Wabah DBD Merebak, Waspadai Demam Tinggi Mendadak

Fogging (Istimewa)

Trubus.id -- Meningkatkan kasus demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah daerah terutama di DKI Jakarta membuat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari F Syam meminta masyarakat untuk mencurigai demam tinggi secara mendadak.

Demam tinggi yang terjadi secara mendadak bisa diindikasikan terjangkitnya demam berdarah. Penyakit DBD merupakan penyakit endemis di Indonesia dan kasus demam berdarah ditemukan sepanjang tahun.

Untuk itu, sebaiknya masyarakat dan dokter juga sudah paham dan dapat mengenali kasus demam berdarah dengan waktu cepat.

"Saat ini demam tinggi mendadak yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jakarta harus dicurigai sebagai penyebab demam berdarah,” terang Ari di Jakarta, Kamis (24/1).

Dikatakan Ari, semakin dini seseorang diketahui menderita demam berdarah, penanganan juga akan semakin mudah dilakukan.

"Kita berharap kasus-kasus demam berdarah tak datang terlambat ke rumah sakit karena makin terlambat, semakin susah untuk ditangani," sambungnya.

Menurutnya, untuk gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. “Demam yang timbul bisa secara terus-menerus, bisa naik-turun dan bisa hanya satu hingga dua hari saja,” terang Ari.

Tanda-tanda seseorang yang terkena demam berdarah selain demam tinggi secara mendadak, seseorang biasanya akan merasakan gangguan pencernaan, seperti nyeri di bagian ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar. Selain itu, seseorang yang terkena DBD juga memiliki ciri sakit kepala, pegal dan rasa nyeri di otot.

“Pada kasus diare secara mendadak bisa ditemukan pada 5-6 persen kasus demam berdarah,” ujar Ari menambahkan.

Pada demam berdarah berat terjadi perdarahan, baik berupa bintik merah pada kulit terutama di tangan, kaki dan dada, mimisan, gusi berdarah bahkan sampai muntah darah.

"Bahkan, jika terlambat bisa saja pasien datang sudah dalam keadaan syok ditandai dengan tekanan darah yang turun, ujung-ujung kaki dan tangan menjadi dingin, nadinya menjadi cepat. Kondisi pasien biasanya lemah dan tidak bertenaga," tandasnya.

untuk itu, pihaknya meminta masyarakat  melakukan pemberantasan sarang nyamuk, temukan jentik-jentik sekitar rumah tempat terdapat genangan air dengan menutup tempat penampungan air.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kiprah 3 Srikandi Berkarya Bagi Negeri di Masa Pandemi

Selebrity   07 Agu 2020 - 14:48 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: