Kurangi Dampak Lingkungan, Resor Pribadi di Maladewa Pakai Tenaga Surya

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
22 Jan 2019   16:00

Komentar
Kurangi Dampak Lingkungan, Resor Pribadi di Maladewa  Pakai Tenaga Surya

Kudadoo Maldives Private Resort. (Booking.com)

Trubus.id -- Berjemur merupakan kemewahan di resor eksklusif di Maladewa yang sepenuhnya ditenagai energi matahari. Dibuka pada akhir 2018, Kudadoo Maldives Private Resort dirancang oleh perusahaan arsitektur Yuji Yamasaki Architecture (YAA) yang berbasis di New York untuk menciptakan pengalaman mewah, dipandu prinsip-prinsip sadar lingkungan. Permata utama dari resor ini adalah The Retreat, sebuah pusat makan dan bersantai berlantai dua dengan atap yang dilipat dalam panel surya fotovoltaik.

Terletak di sebuah pulau pribadi di laguna biru laut, resor pribadi ini menawarkan 15 tempat tinggal yang luas, mulai dari satu hingga dua kamar tidur. Setiap tempat tinggal berukuran lebih dari 300 meter persegi dan terbuka dengan kolam air terjun tanpa batas seluas 44 meter persegi serta pemandangan laut yang tidak terhalang. Para tamu dapat menikmati akses ke pelayan pribadi, perabotan buatan tangan yang stylish serta perlengkapan modern, termasuk televisi dan sistem suara surround.

Resor ini menggunakan 100 persen tenaga surya, Foto: New Atlas.

Sustainability mendorong keputusan desain arsitek yang meminimalkan dampak lingkungan semaksimal mungkin. Sebagian besar resor ini dibangun dari bahan yang peduli lingkungan seperti kayu dari hutan bersertifikat berkelanjutan di Kanada, Selandia Baru dan Indonesia. Penggunaan energi berkurang berkat sistem pendingin hemat energi, lampu yang sepenuhnya otomatis dan fitur desain pasif yang mempromosikan ventilasi silang.

"Secara tradisional, panel surya disembunyikan di daerah rahasia di Maladewa dan tidak memiliki fungsi lain. Tapi di Kudadoo, atap fotovoltaik jelas terlihat dan menjadi ikonnya," kata juru bicara resor itu dalam sebuah pernyataan kepada New Atlas.

Baca Lainnya : Spanyol Targetkan 100 Persen Listrik dari Energi Terbarukan pada 2050

“Konsep surya harus informatif dan persuasif karena produktif. Sepintas, pengunjung dapat menilai ukuran atap matahari dan kemudian memahami hubungannya dengan skala resor yang dipayunginya. Ketika Anda semakin dekat, desain bangunan mengungkapkan geometri yang tidak hanya memaksimalkan produksi listrik pada sudutnya, tapi juga meminimalkan konsumsi listrik dengan memungkinkan sinar matahari masuk melalui celah antar panel, meminimalkan penggunaan cahaya buatan pada siang hari." lanjutnya.

Canggih, ya, ! [DF]Trubus Mania

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Darah Naga yang Kini Terancam Punah

Hernawan Nugroho   Plant & Nature
Bagikan: