Peduli Lingkungan, Nestle Akan Hentikan Penggunaan Plastik Sekali Pakai 

TrubusLife
Ayu Setyowati
20 Jan 2019   15:00 WIB

Komentar
Peduli Lingkungan, Nestle Akan Hentikan Penggunaan Plastik Sekali Pakai 

Nestle ikut berpartisipasi dalam pelarangan plastik sekali pakai pada produknya (Confectionery News)

Trubus.id -- Nestle, perusahaan makanan kemasan terbesar di dunia ini memiliki misi untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai. Minggu ini, grup perusahaan Swiss itu mengumumkan akan memberlakukan pelarangan sedotan plastik dari produk mereka dan juga akan fokus pada pembuatan botol air biodegradable.

Dengan kelompok lingkungan di seluruh dunia yang mengadvokasi alternatif untuk plastik sekali pakai, Nestle mengatakan perubahan ini adalah bagian dari kampanye untuk membuat semua kemasan mereka dapat digunakan kembali atau didaur ulang pada tahun 2025. 

Baca Lainnya : Plastik Sekali Pakai Tidak Lagi Dipakai Maskapai Asal Portugal

Mulai bulan depan, perusahaan akan mulai menggunakan bahan yang berbeda seperti kertas, dan juga akan mengganti sedotan plastik mereka dan menggunakan desain inovatif untuk mengurangi sampah.

Perusahaan ini juga bekerja sama dengan Danimer Scientific untuk membuat botol air biodegradable baru, dan dengan PureCycle Technologies untuk mengembangkan polypropylene daur ulang food grade, yang merupakan polimer yang digunakan untuk kemasan makanan, khususnya untuk makanan yang dikemas dalam nampan, gelas dan botol.

Nestle Waters, unit air botol dari merek Nestle, juga bertujuan untuk meningkatkan kandungan polietilen tereftalat, atau PET daur ulang, dalam botol-botolnya. Pada tahun 2025, mereka memiliki tujuan meningkatkan konten PET daur ulang menjadi 35 persen secara global, dan 50 persen di Amerika Serikat.

Baca Lainnya : Peru Ikut Gabung Menjadi Negara yang Melarang Plastik

Magdi Batato, kepala operasi global Nestle, mengatakan bahwa perusahaan itu masih berusaha mencari tahu dampak dari kemasan baru itu, lapor Reuters. Mungkin dapat mengurangi umur simpan produk mereka dan meningkatkan biaya produksi, tetapi mereka tidak tahu pasti.

"Beberapa solusi alternatif itu bahkan lebih murah, beberapa dari mereka netral biaya, dan bahkan beberapa dari mereka lebih mahal," kata Batato.

Dalam siaran pers mereka, Nestle mengatakan bahwa tantangan limbah plastik akan membutuhkan perubahan dalam perilaku semua orang, dan mereka berkomitmen untuk memimpin. Semua, 4.200 fasilitas mereka di seluruh dunia "berkomitmen untuk menghilangkan barang-barang plastik sekali pakai yang tidak dapat didaur ulang," dan akan mengganti barang-barang itu dengan bahan-bahan baru yang dapat dengan mudah digunakan kembali atau didaur ulang. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tetap Cantik dan Awet Muda dengan Batang Nyirih

Health & Beauty   23 Sep 2020 - 09:22 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: