Pemerintah Tutup Mata, Gajah yang Mati Ditabrak Kereta Terus Bertambah di India

TrubusLife
Syahroni | Followers 0
16 Jan 2019   09:00

Komentar
Pemerintah Tutup Mata, Gajah yang Mati Ditabrak Kereta Terus Bertambah di India

Jumlah gajah yang mati akibat tertabrak kereta api terus bertambah di India. (NorthEast India24)

Trubus.id -- Kematian satwa liar di India akibat kecelakaan kereta terus meningkat. Tak hanya satwa liar bertubuh mungil yang jadi korbannya. Gajah yang berukuran sangat besar pun tak luput jadi korbannya.

Kondisi ini tentunya memicu kemarahan aktivis pecinta hewan. Mereka kahawatir karena belum ada penanganan serius dari pemerintah setempat untuk meredam kejadian ini agar tidak terulang kembali. 

Dilansir dari dari Al Arabiya, pada pengujung tahun lalu, sebanyak tiga ekor singa mati tertabrak kereta barang yang melintas di hutan Gir, Borala di Gujarat. Pemerintah setempat memang telah membuat pagar pembatas di kedua sisi rel kereta di wilayah Rajula-Savarkunela atau wilayah di bagian barat Gujarat pasca-enam singa mati tertabrak kereta api pada 2014-2015.

Baca Lainnya : Rumah Sakit Gajah Pertama di India Dibuka, Penasaran?

Namun hingga kini jalur rel di Borala, terutama di hutan Gir, belum dipasangi pagar pembatas. Otoritas setempat beralasan biaya pemasangan pagar pembatas terlalu mahal. Kondisi ini membuat aktivis semakin geram. Mereka menilai pemerintah tutup mata.

Peristiwa kemudian terulang 2 bulan lalu. Dua ekor anak harimau di Chichpalli Maharashtra mati tertabrak kereta api. Kali ini publik dunia maya tergerak. Kecaman pada pemerintah pun datang bertubi-tubi. Apalagi tak ada penanganan dari pejabat kereta api maupun kehutanan setempat pasca kejadian.

“Sampai pada kematian gajah di jalur kereta, India memegang rekor dunia. Statistik pemerintah menunjukan bahwa 150 gajah mati ditabrak kereta antara 1987 hingga 2010. Namun hanya delapan tahun dari 2010 sampai 2017 jumlahnya naik 120 ekor,” tulis Al Arabiya.   

Pada 2018, sebanyak 20 ekor gajah mati tertabrak kereta. Warga setempat pun ketakutan melihat tayangan televisi yang menampilkan kematian gajah akibat tertabrak kereta api. Kendati menuai kemarahan masyarakat, pejabat setempat tak juga mengambil tindakan. Ironisnya lagi, gajah merupakan maskot dari perkeretaapian India.

Baca Lainnya : Empat Gerbong Kereta Api Anjlok Gara-gara Tabrak Tiga Ekor Anak Gajah Hingga Mati

Aktivis dan pelestarian alam liar, Parbati Barua menilai penyelamatan satwa liar tersebut menjadi penting agar populasinya tak menurun dan bahkan punah.

“Kehidupan manusia itu berharga, dan lebih penting untuk menyelamatkan hewan-hewan agung seperti gajah, harimau, dan singa. Karena mereka bisa punah saat populasi manusia terus tumbuh,” katanya.

Sebagai upaya agar satwa liar menjauhi jalur kereta, para ilmuan pun mencoba melakukan eksperimen dengan membuat perangkat elektronik yang bisa mengeluarkan suara lebah yang sedang marah. Sebab, gajah dikenal takut dengan bunyi lebah. Tak hanya itu, seorang profesor dari Institut Teknologi New Delhi juga tengah mengembangkan perangkat sensor bagi masinis untuk mendeteksi keberadaan gajah di jalur rel kereta. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Keren, Ada Kandang Anjing Ramah Lingkungan

Diah Fauziah   Pet & Animal
Bagikan:          
Bagikan: