Cuaca Ekstrem dan Kekurangan Milkweed, Kupu-kupu Raja Terancam Punah

TrubusLife
Ayu Setyowati
14 Jan 2019   13:30 WIB

Komentar
Cuaca Ekstrem dan Kekurangan Milkweed, Kupu-kupu Raja Terancam Punah

Kupu-kupu Raja (Ars Technica)

Trubus.id -- Populasi kupu-kupu Raja (Lepidoptera) California mencapai rekor terendah pada tahun 2018 setelah turun 86 persen dari tahun sebelumnya. Menurut Xerces Society for Invertebrate Conservation, total populasi telah menurun 97 persen sejak 1980-an, tetapi penurunan satu tahun terakhir ini "berpotensi bencana."

Di bagian barat Amerika Serikat, kupu-kupu raja tersebut bermigrasi ke California untuk musim dingin, bepergian dari Idaho dan Utah. Pada tahun 2017, situs-situs pantai tradisional California seperti Pantai Pismo, Big Sur dan Pacific Grove menampung sekitar 148.000 kupu-kupu raja, tetapi pada tahun 2018, sukarelawan menghitung sekitar 20.500.

“Bandingkan populasi itu dengan tahun 1980-an,” kata salah satu peneliti studi Cheryl Schultz, seorang profesor di Washington State University Vancouver. “Pada saat itu, diperkirakan 10 juta kupu-kupu raja menghabiskan musim dingin mereka di California.”

Baca Lainnya : Peneliti: Pekarangan Hijau Undang Burung dan Kupu-kupu Beterbangan

Menurut para ahli, kupu-kupu sangat penting bagi negara, karena mereka dengan cepat merespons perubahan ekologis dan memperingatkan kita tentang kesehatan ekosistem. Plus, mereka juga menyerbuki bunga.

Menurut ahli biologi Emma Pelton, jika tidak ada yang dilakukan untuk melestarikan kupu-kupu raja barat dan habitatnya, mereka bisa saja menghadapi kepunahan. Mereka membutuhkan milkweed (tanaman berbunga yang digemari kupu-kupu, namun beracun bagi ternak) untuk berkembang biak dan bermigrasi, tetapi dalam beberapa tahun terakhir penggunaan pestisida dan pembangunan kota telah menyebabkan areal milkweed menurun.

Baca Lainnya : Telur Kupu-kupu Langka Ini Ditemukan di Skotlandia

Cuaca ekstrem yang tidak biasanya juga mengancam keberadaan kupu-kupu raja. Antara 2011 dan 2017, California telah mengalami salah satu kekeringan terburuk dalam catatan, dan ini telah menyebabkan kerusakan ekologis di antara kota-kota berhutan dan komunitas nelayan karena ratusan juta pohon telah mati. Belum lagi, kebakaran hutan mematikan baru-baru ini yang telah menghancurkan banyak populasi.

Namun, populasi kupu-kupu raja yang menurun dapat dibalik jika warga negara dan pemerintah bertindak sekarang. Pelton mengatakan bahwa tukang kebun dapat menanam milkweed dan kota-kota dapat membantu dengan menanam pohon baru demi membantu kupu-kupu raja memiliki tempat baru untuk musim dingin, 20 tahun dari sekarang .

"Belum terlambat untuk bertindak," kata Pelton. "Tapi semua orang perlu meningkatkan upaya mereka." [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Akar Tanaman Bermasalah? Begini Cara Diagnosa dan Memperbaikinya

Plant & Nature   29 Sep 2020 - 16:22 WIB
Bagikan:          
Bagikan: