Wisata Astronomi 2019, Ini Dia Daftar Peristiwa Gerhana yang Sayang Jika Dilewatkan

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
12 Jan 2019   07:00

Komentar
Wisata Astronomi 2019, Ini Dia Daftar Peristiwa Gerhana yang Sayang  Jika Dilewatkan

Ilustrasi Supermoon (Wordpress)

Trubus.id -- Gerhana termasuk fenomena astronomi yang lazim ditemui di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, penampakan gerhana paling epik adalah Gerhana Bulan Total yang terjadi 28 Juli 2018 lalu. Dalam momen gerhana yang disebut Blood Moon tersebut, bulan nampak berwarna merah jika dilihat dari bumi. Durasinya pun cukup lama.

Menurut situs Infoastronomy, minimal empat kali gerhana bisa terjadi setiap tahunnya. 

Tahun ini diprediksi akan terjadi lima kali gerhana. Mulai dari gerhana matahari parsial 5 Januari 2019; gerhana bulan total 20 Januari 2019; gerhana matahari total 2 Juli 2019; gerhana bulan parsial 17 Juli 2019; dan gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019 mendatang. Namun hanya dua penampakan gerhana saja yang bisa diamati dari Indonesia. 

Selain gerhana, ada juga Hujan Meteor dan Supermoon yang akan menyambangi Indonesia.

Untuk wisata astronomi yang lebih menarik, akan lebih baik jika dinikmati di kawasan yang bebas polusi cahaya.

1. Gerhana Bulan Parsial

Gerhana Bulan Parsial atau Gerhana Bulan Sebagian merupakan peristiwa ketika hanya sebagian wajah bulan saja yang terhalang oleh bayangan umbra bumi. Fenomena ini akan terjadi pada 17 Juli 2019.

Berlangsung selama 5 jam 34 menit, fase saat bulan "tergigit" setengah akan berlangsung selama 2 jam 58 menit. 

Gerhana Bulan Parsial bisa diamati mulai pukul 01.34 WIB. Fase tergigitnya bulan dimulai pukul 03.01 WIB, puncaknya pada 04.30 WIB dan berakhir pada 05.59 WIB.

Fenomena ini bisa disaksikan di penjuru Indonesia yang bebas polusi cahaya.

2. Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada 26 Desember 2019, bertepatan dengan peringatan 15 tahun musibah tsunami yang melanda Aceh. Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan akan dilewati oleh fenomena ini. 

Untuk wilayahnya ialah Pulau Sumeulue, Sinabang, Aceh Singkil, Sibolga, Padangsidempuan, Balaipungut, Tanjungpinang, Kijang, Sungai Raya, Pemangkat, Singkawang, Tanjung Selor hingga Derawan. 

Daerah yang tidak dilalui jalur Gerhana Matahari Cincin hanya akan melihat Gerhana Matahari Parsial, berupa tergigitnya matahari setengah. Jakarta juga termasuk dalam kawasan yang dilalui jalur Gerhana Matahari Parsial.

3. Hujan Meteor

Tahun ini Indonesia kebagian dilewati jalur Hujan Meteor Perseid dan Orinoid. Hujan Meteor Perseid berlangsung pada 13 Agustus 2019, sementara Hujan Meteor Orinoid berlangsung pada 21 Oktober 2019. Fenomena ini bisa disaksikan di penjuru Indonesia yang bebas polusi cahaya.

4. Supermoon


Tanggal 21 Januari, 19 Februari dan 20 Maret 2019 akan terjadi fenomena Supermoon. Dalam masa ini, bulan akan terlihat lebih besar karena jaraknya mendekat dengan bumi.

Tercatat bahwa saat Supermoon cahaya yang dipantulkan bulan akan lebih terang 30 persen dibandingkan bulan purnama biasa. Fenomena ini dapat disaksikan di penjuru Indonesia yang bebas polusi cahaya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

60 Persen Spesies Kopi Liar Terancam Punah 

Ayu Setyowati   Plant & Nature
Bagikan:          
Bagikan: