Kulit Kentang Kini Dikembangkan Jadi Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

TrubusLife
Ayu Setyowati | Followers 0
11 Jan 2019   14:30

Komentar
Kulit Kentang Kini Dikembangkan Jadi Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Bahan bangunan dari kulit kentang (Dezeen)

Trubus.id -- Banyak bahan bangunan khas yang digunakan dalam konstruksi - seperti papan serat dengan kepadatan menengah (MDF) - mengandung bahan beracun dan formaldehida, ditambah lagi umur pakainya sangat pendek dan dampak lingkungannya negatif. Tapi sekarang ada opsi baru untuk bahan sekali pakai - limbah kentang.

Desainer yang berbasis di London, Rowan Minkley dan Robert Nicoll serta ilmuwan riset Greg Cooper telah mengembangkan Chip [s] Board, yang merupakan alternatif biodegradable untuk MDF yang dibuat dari limbah kentang industri non-pangan.

Ide inovatif untuk bahan bangunan baru ini bebas dari resin beracun dan bahan kimia serta bebas formaldehida. Jika kita membuangnya dengan cara yang sama seperti kita melakukan MDF, maka bahan ini tidak memiliki dampak negatif yang sama terhadap lingkungan.

Baca Lainnya : Porsi Ideal Kentang Goreng Hanya 6 Potong?

Minkley, Nicoll dan Cooper ingin menggabungkan masalah limbah material dengan masalah limbah makanan, dan hasilnya adalah pengganti kayu yang berkelanjutan yang terbuat dari kulit kentang. Mereka mengumpulkan kulit dari pabrik dan kemudian memasukkannya melalui proses penyempurnaan yang berbeda untuk membuat zat pengikat, yang kemudian diterapkan pada serat seperti kulit kentang, bambu, hop bir dan kayu daur ulang.

Setelah itu, tim membentuk Papan Chip dengan menekan komposit ke dalam lembaran yang dapat diolah menjadi produk yang berbeda, seperti furnitur dan bahan bangunan. Begitu produk-produk ini mencapai akhir umurnya, mereka dapat diurai menjadi pupuk.

Baca Lainnya : Selain Bikin Langsing, Diet Kentang Bisa Mengatasi Hipertensi dan Diabetes

Rincian aktual tentang pembuatan Papan Chip belum diungkapkan, karena Minkley dan Nicoll telah mengajukan hak paten pada proses pembuatannya. Namun, mereka telah mengungkapkan bahwa proses pengepresan meniru kondisi yang ditemukan di pabrik MDF, tetapi mereka menggantikan resin berbasis formaldehida dengan bahan pengikat yang berasal dari limbah dan dapat terurai secara hayati.

Menurut tim desain, pengembangan Chip [s] Board melibatkan banyak percobaan dan kesalahan, beberapa kimia retas dan tebakan yang berdasar pengetahuan, tetapi semua ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan papan yang kuat dan bermanfaat. Mereka juga mengembangkan bahan berkelanjutan lainnya, yang telah menarik perhatian industri mode.

Menarik! [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

60 Persen Spesies Kopi Liar Terancam Punah 

Ayu Setyowati   Plant & Nature
Bagikan:          
Bagikan: